Kasus Suap Penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi Menyeret Nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Ini Penjelasan Ketua KPK

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Nama Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin muncul dalam kasus Walikota Tanjungbalai yang melibatkan oknum KPK yang berasal dari Polri.

Azis disebut-sebut telah memperkenalkan penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Steppanus Robin Pattuju (SRP) dengan Walikota Tanjungbalai M. Syahrial (MS).

Hal tersebut terungkap dalam kasus konstruksi Penerimaan Hadiah atau Janji Penyelenggara Negara Terkait Penanganan Kasus Walikota Tanjungbalai Tahun 2020-2021.

Baca juga: Proses Etik KPK terhadap Penyidik ​​dari Polri yang Menerima Uang dari Walikota Tanjungbalai

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan penyidik ​​AKP Stepanus Robin Pattuju mengenal Walikota Tanjungbalai M. Syahrial melalui Wakil Ketua DPR Aziz Syamsudin.

Pada Oktober 2020, kata Firli, Stepanus melakukan pertemuan dengan Syahrial di kediaman resmi Aziz, Jakarta Selatan.

Baca juga: Firli Bahuri Sebut Penyidik ​​KPK yang Menerima Uang dengan Nilai Di Atas Rata-Rata

Dalam pertemuan tersebut, AZ (Aziz Syamsudin) memperkenalkan SRP (Stepanus Robin Pattuju) dengan MS (M. Syahrial) karena diduga MS bermasalah terkait penyidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang dilakukan oleh KPK agar tidak naik ke tahap Penyidikan dan meminta SRP bisa membantu agar nanti masalah penyidikan tidak ditindaklanjuti oleh KPK, “kata Firli di ruang kerjanya, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2021). ).

Menindaklanjuti pertemuan di rumah Aziz, lanjut Firli, Stepanus kemudian memperkenalkan Syahrial kepada seorang pengacara bernama Maskur Husain untuk bisa membantu masalahnya.

Stepanus dan Maskur sepakat membuat komitmen dengan Syahrial terkait penyidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak ditindaklanjuti KPK dengan menyiapkan dana Rp1,5 miliar.

MS menyetujui permintaan SRP dan MH dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik RA (Riefka Amalia), teman kerabat SRP dan juga MS memberikan uang tunai kepada SRP sehingga total uang yang diterima SRP sebesar Rp 1,3. miliar., “kata Firli.

Firli mengatakan, pembukaan rekening bank oleh Stepanus dengan nama Riefka telah disiapkan sejak Juli 2020 atas inisiatif Maskur.




Source