KBP NTB Gelar Seminar Peningkatan Kompetensi Penggunaan Bahasa Indonesia

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Demi melindungi dan mengembangkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah dalam interaksi masyarakat, Kantor Bahasa Provinsi (KBP) Nusa Tenggara Barat gelar seminar bertajuk Peningkatan Kompetensi Penggunaan Bahasa Indonesia bagi Pelaku Media, di Wisma Daerah Sumbawa, 25-26 Februari 2016.

Kepala KBP NTB Dr. Syarifuddin MHum mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan dan melindungi bahasa-bahasa yang ada di daerah dan Indonesia. Baik itu bahasa Indonesia, bahasa daerah maupun bahasa asing, terutama pada tiga bahasa utama di NTB yakni bahasa Sasak, Samawa dan Mbojo.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya terjun langsung ke tiap kabupaten/kota melakukan sosialisasi dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Output kegiatan yang diharapkan yakni, semua pihak dapat memahami serta menempatkan bahasa Indonesia maupun daerah dengan baik didalam berinteraksi dan berkomunikasi ketika bermasyarakat, termasuk didalamnya peran media massa dalam menyampaikan informasi dengan mengunakan bahasa Indonesia yang baik kepada pembaca.

Lanjutnya, selain peningkatan kompetensi bahasa Indonesia, KBP NTB juga berkewajiban melindungi beberapa bahasa berkembang di NTB. Untuk diketahui, di NTB terdapat sebelas bahasa daerah yang telah terinventarisir, akan tetapi terdapat tiga bahasa daerah yang besar yang telah lama dikenal yakni bahasa Sasak, Samawa dan Mbojo. Dan delapan bahasa lainnya kebanyakan bahasa yang dibawa pendatang seperti bahasa Bajo, Bugis, Bali, Jawa, Mandar,Cina, Madura dan Makasar, plus usulan dua bahasa lagi yakni Arab dan Mandarin. Delapan bahasa tersebut sebagai bahasa daerah di NTB sudah sesuai dengan aturan yang ada, yakni pendatang yang telah berdomisili lebih dari dua generasi.

Terkait dengan kata atau bahasa yang digunakan selama ini oleh beberapa media massa di NTB, Dr. Syarifuddin M.Hum menilai sudah 70 persen sesuai dengan kaidah tulisan yang baik. Dengan kegiatan ini, para pelaku media dapat meningkatkan kompetensinya kedepan, pungkasnya.