KDRT, SUAMI DIPOLISIKAN

Lape, Gaung NTB
Percekcokan antara suami istri adalah hal yang biasa terjadi karena merupakan bumbu dalam sebuah rumah tangga, namun cekcok yang berakhir dengan penganiayaan justru berujung pidana seperti yang menimpa korban Nr (42) wanita tani yang bermukim di Dusun Lopok Atas Barat Desa Lopok Kecamatan Lopok Sumbawa dengan terpaksa mempolisikan suaminya berinitial Sfr akibat kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya mengakibatkan dirinya menderita luka lebam dan bengkak dibagian wajahnya, dan kini kasusnya sedang dalam proses penanganan penyelidikan intensif pihak yang berwajib.
Perempuan Nr dalam laporan Polisi nomor LP/45/IX/2016/SPK Sektor Lape, menuturkan kasus KDRT yang menimpanya terjadi pada hari Kamis 15 September 2016 sekitar pukul 06.00 Wita bertempat di TKP kediamannya, berawal ketika itu korban perempuan Nr baru saja pulang mencari mencari menantunya di Dusun Hijrah dan setiba dirumah langsung mengangkat jemuran untuk kemudian hendka masuk kedalam rumah justru tidak diperbolehkan oleh suaminya.
Namun pelapor/korban memaksa diri masuk kedalam rumah melalui jendela, membuat sang suami yang dirundung kemarahan menghampiri korban dan langsung membenturkan kepala korban ketembok rumah mengakibatkan kening sebelah kiri korban mengalami luka lebam dan bengkak, bahkan sang suami kembali mendorong istrinya itu dengan paksa keluar rumah mengakibatkan jari manis tangan kiri korban mengalami luka lecet karena terjepit daun jendela, dimana korbanpun langsung menuju Polsek Lape untuk melaporkan kasus KDRT yang dialaminya untuk proses hukum lebih lanjut.
Kasus KDRT di Lopok tersebut dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Sumbawa Ajun Komisaris Polisi (AKP) Waluyo kepada Gaung NTB kemarin, dan kasusnya sedang dalam proses penyelidikan intensif aparat Kepolisian setempat.