Kebahagiaan laki-laki di Lembata, dikasih jaket Jokowi: Tak mau dicuci, disimpan sebagai kenangan

    TRIBUNNEWS.COM – Kunjungan Presiden Joko Widodo ke lokasi bencana di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) diisi dengan cerita menarik.

    Cerita ini bermula saat Jokowi mengulas dampak kerusakan akibat banjir dan longsor di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape.

    Saat berjalan menyusuri reruntuhan rumah dan batu-batu besar, mantan Wali Kota Solo itu kemudian memanggil seorang pemuda yang berdiri di dekatnya.

    Seorang petugas keamanan kemudian mengarahkan pemuda itu untuk maju dan menemui Presiden Joko Widodo yang bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

    Baca juga: Jokowi Bentuk Kementerian Investasi, DPR: Hanya Investasi yang Bisa Menghemat

    Presiden Joko Widodo melepas jaketnya kemudian memakainya kepada Fransiskus Ade Uran Atawalo, warga Desa Tapolangun, Kabupaten Lembata yang juga menjadi korban Banjir Bandang Lembata, NTT (9/4/2021) (Dokumen / Agus Suparto)

    Tak disangka, orang nomor satu di Indonesia itu melepas jaket merah yang dikenakannya lalu memakainya sendiri.

    Warga histeris melihat aksi spontan Presiden Joko Widodo.

    Pemuda yang beruntung tersebut bernama Fransiskus Ade Uran (30), berasal dari Desa Tapolangu, Kecamatan Lebatukan.

    Fransiskus mengaku bangga dan senang menerima kado istimewa dari Presiden Joko Widodo.

    Ia berasal dari desanya, Tapolangu, hanya untuk melihat dari dekat penampilan Presiden Joko Widodo.

    Francis bangga tidak melepas jaket yang diberikan presiden kepadanya.

    Baca juga: Jokowi: Korban Meninggal di Flores Timur Akibat Bencana Mencapai 71 Orang




    Source