Kebakaran ICU Rumah Sakit India, 13 Pasien Tewas

    Peristiwa kebakaran terjadi saat India menghadapi gelombang kedua badai Covid.

    REPUBLIKA.CO.ID, MUMBAI – Kebakaran terjadi di sebuah rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di Mumbai, India, pada Jumat (23/4). Kecelakaan terbaru menghantam fasilitas di India yang penuh sesak dengan orang yang terinfeksi virus corona akibat gelombang kedua.

    “13 orang tewas dalam kebakaran itu, menurut informasi yang kami miliki sekarang,” kata seorang petugas pemadam kebakaran.

    Petugas pemadam kebakaran mengatakan kobaran api telah dimulai di unit perawatan kritis rumah sakit Vijay Vallabh di pinggiran Mumbai. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai korban luka dan penyebab kebakaran tersebut.

    Insiden tersebut terjadi pada saat India menghadapi gelombang kedua infeksi Covid-19 yang mulai membebani sistem kesehatan. India melaporkan penghitungan harian tertinggi kasus virus korona di dunia untuk hari kedua pada hari Jumat. Jumlah infeksi melampaui 330 ribu kasus baru. Kematian dalam 24 jam terakhir juga melonjak ke rekor 2.263.

    Oksigen dan tempat tidur medis menjadi langka, dengan rumah sakit besar memasang pemberitahuan yang mengatakan mereka tidak memiliki ruang untuk lebih banyak pasien. Polisi dikerahkan untuk mengamankan pasokan oksigen.

    Max Healthcare, yang menjalankan jaringan rumah sakit di utara dan barat India, memposting panggilan tersebut Indonesia untuk pasokan oksigen darurat di fasilitasnya di Delhi. “SOS – Pasokan oksigen kurang dari satu jam di Max Smart Hospital & Max Hospital Saket. Menunggu pasokan segar yang dijanjikan dari INOX mulai pukul 01.00,” kata perusahaan tersebut, Jumat.

    Panggilan putus asa serupa dari rumah sakit dan orang biasa telah diposting di media sosial selama beberapa hari minggu ini di seluruh negeri. Bhramar Mukherjee, profesor biostatistik dan epidemiologi di University of Michigan di Amerika Serikat, mengatakan sekarang sepertinya tidak ada jaring pengaman sosial untuk orang India. “Setiap orang berjuang untuk kelangsungan hidup mereka sendiri dan berusaha melindungi orang yang mereka cintai. Sulit untuk dilihat,” kata Mukherjee.




    Source