Kebijakan Pemerintah Mendorong Perekonomian Ramadhan dan Lebaran 2021: THR Wajib hingga Harbolnas

    TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pemulihan ekonomi selama Ramadhan dan Idul Fitri 2021.

    Selain itu, juga sekaligus menangani Covid-19 secara ketat.

    Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2021 diproyeksikan masih negatif.

    Sehingga untuk bisa kembali ke level pertumbuhan sebelum Covid, ekonomi harus tumbuh hingga 7 persen pada kuartal kedua tahun 2021.

    Momentum Ramadhan dan Idul Fitri harus dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian, terutama melalui pertumbuhan konsumsi masyarakat.

    Baca juga: ASN dilarang mudik dan berangkat saat lebaran 2021, ada sanksi jika melanggar, ini aturan lengkapnya.

    Pemerintah telah merumuskan beberapa kebijakan untuk mengoptimalkan peningkatan konsumsi selama Ramadhan dan Idul Fitri 2021.

    1. Mewajibkan pemberian THR

    Kebijakan tersebut antara lain mewajibkan pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada pegawai swasta dan gaji ke-13 serta THR untuk ASN / TNI / Polri.

    “Setelah memberikan berbagai dukungan dan insentif kepada dunia usaha, pemerintah menetapkan kebijakan untuk mewajibkan pembayaran THR kepada pegawai,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu (7/4/2021), seperti dikutip dari situsnya. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

    Pemberian THR dan gaji ke-13 diperkirakan akan menghasilkan potensi konsumsi sebesar Rp 215 triliun.

    Baca juga: Larangan Mudik Lebaran, Kemenhub Kurangi Pelayanan Operasional Kereta Api

    Airlangga Hartarto saat bertemu dengan para pelaku industri kreatif milenial, Selasa (9/3/2021) di ruang kerjanya. (Khusus)




    Source