Kecepatan angin di Palembang hampir mencapai 100 km per jam

Angin kencang disebabkan oleh awan Cimulonimbus

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG – Kota Palembang dilanda angin kencang dengan kecepatan 35 hingga 50 knot atau sekitar 65 hingga 93 kilometer per jam yang mengakibatkan pohon tumbang pada Sabtu (10/4).

Data citra radar cuaca Stasiun Meteorologi (Stamet) SMB II Palembang pada pukul 10.10 WIB mendeteksi kecepatan angin tertinggi mencapai 50 knot atau 93 kilometer per jam di sekitar Kecamatan Ilir Barat I. jam.

“Kecepatan angin hari ini bisa dikatakan rekor sepanjang 2021, karena kecepatan maksimum terakhir Februari tercatat 65 kilometer per jam,” kata Kepala Unit Analisis dan Peramalan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani.

Dampak angin kencang yang terjadi selama 20 menit tersebut antara lain merobohkan papan reklame, mencabut pohon besar di Lorong Jebawi Seberang Ulu I dan pohon besar di kawasan Stadion Sriwijaya yang melintasi jalan raya. Sinta menjelaskan, angin kencang tersebut disebabkan awan Cimulonimbus yang muncul akibat konvergensi massa udara di wilayah Sumatera Selatan, padahal curah hujan yang menyertainya tercatat hanya 5,5 mm atau termasuk kategori hujan ringan.

Masyarakat diimbau untuk waspada karena saat ini Sumsel mulai memasuki musim pancaroba yang berpotensi menimbulkan angin puting beliung dan hujan lebat. “Jika ada tanda-tanda munculnya awan Comulonimbus, disarankan mewaspadai potensi pohon tumbang, baliho dan tiang tinggi,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa langsung memeriksa pohon tumbang di area Stadion Sriwijaya yang melintas di Jalan Angkatan 45, ia bersama pejabat dari Pera KP Palembang langsung menebang batang besar tersebut. Alhamdulillah mobil dan motor bisa lewat lagi, kata Dewa.

sumber: Antara




Source