KEDEPAN BERHARAP PDAM MENDAPATKAN SUBSIDI PEMDA

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan salah satu BUMD milik daerah yang sangat perlu terus dikembangkan kedepan, mengingat keberadaannya sebagai sebuah Badan Usaha Milik Daerah yang dipercayakan khusus untuk menangani pengolahan akan ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat dinilai sangat penting, karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan lebih bersifat dan mengutamakan kepentingan sosial, sehingga tidaklah mengherankan kalau PDAM ini tidak boleh dibebankan dengan namanya memberikan kontribusi bagi menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD), justru sebaliknya bagaimana Pemerintah Daerah itu dapat memberikan dukungan bantuan dana subsidi bagi menunjang kegiatan operasional, usaha dan pemeliharaan atas sejumlah jaringan yang dimiliki sebab keberadaan dan keberlangsungan usaha PDAM ini harus tetap berjalan dan terpelihara dengan baik.
Oleh karena itu, Pjs Direktur PDAM Batulanteh Sumbawa Tajuddin bersama Ketua Badan Pengawas PDAM Batulanteh Sumbawa Irawan Subekti yang juga Kabag Perekonomian Setda Sumbawa didampingi Sekretaris Badan Pengawas, pekan lalu selama tiga hari tanggal 25 – 27 Oktober 2018 melakukan study banding ke Kota Bandung Jawa Barat, dalam rangka melakukan shaering dan tukar pola pikir dengan Pemda kota Bandung Jawa Barat tentang bagaimana PDAM kedepannya, tentang bagaimana sistem manajemen PDAM terutama dalam pengelolaannya, dengan hasil cukup memberikan masukan positif bagi pengembangan sistem PDAM yang lebih baik kedepan.
Sebagaimana diungkapkan Tajudin Pjs Direktur PDAM Batulanteh Sumbawa dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya kemarin, bahwa dari kegiatan study banding yang dilakukan pekan lalu selama tiga hari ke kota Bandung Jawa Barat, ternyata disana PDAM sangat mendapat dukungan (Support) yang tinggi karena bersinergi dengan Pemda setempat dengan mendapatkan suntikan bantuan dana subsidi setiap tahunnya, karena persoalan air ini menyangkut hajat hidup orang banyak, jadi PDAM tidak dibebankan untuk memberikan kontribusi PAD tetapi sebaliknya justru dibantu suntikan dana yang cukup besar agar PDAM dapat terus berkembang dan dapat memberikan kontribusi bagi penyediaan pasokan air bersih yang cukup bagi warga masyarakatnya.
“Dalam hal ini, tentu ini menjadi sebuah atensi bagi Pemda Sumbawa agar kedepan PDAM Batulanteh Sumbawa ini berharap memperoleh suntikan dana yang cukup dalam pengelolaannya kearah yang lebih baik, apalagi jika kedepan sejumlah sumber mata air baku tuntas dibangun seperti Ai-Ngelar misalnya nanti dalam pengelolaan dan pemeliharaan lanjutan jaringannya tentu penanganan sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab manajemen PDAM, sehingga sistem pengelolaan dan pemanfaatannya sumber mata air baru tersebut harus benar-benar direncanakan secara matang dan komprehensif, karenanya dukungan Pemda Sumbawa kedepan sangat dibutuhkan oleh PDAM,” pungkas Tajuddin.