Kegiatan Masyarakat di Tasikmalaya Kembali Diperketat

    Pengetatan kembali dilakukan karena Kota Tasikmalaya kembali masuk zona merah

    REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA – Status zona merah (berisiko tinggi) penyebaran Covid-19 yang diterima Kota Tasikmalaya membuat kegiatan masyarakat di kawasan itu diperketat kembali. Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya saat ini sedang menyusun Surat Edaran (SE) baru terkait pengetatan kegiatan masyarakat.

    Pelaksana Tugas Satgas Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan, kegiatan masyarakat khususnya di tengah keramaian akan diperketat kembali mulai Kamis (6/5) malam. Menurut dia, SE terkait kegiatan pengetatan sudah disusun, namun masih perlu ditandatangani. “Surat edarannya akan segera keluar. Mulai malam ini, jam 8 malam sudah tidak ada kegiatan lagi,” ujarnya, Kamis (6/5).

    Dia menjelaskan, pengetatan dilakukan lagi karena Kota Tasikmalaya kembali menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena masyarakat kurang tertib dalam melaksanakan protokol kesehatan (prokes).

    Yusuf menambahkan, ada kemungkinan nantinya akan ada penutupan jalan menuju pusat keramaian di Kota Tasikmalaya. Ini untuk mengantisipasi keramaian di tengah keramaian. Jalur dalam kota juga bisa ditutup untuk mengurangi kemacetan, katanya.

    Terkait pengoperasian tempat wisata tersebut, kata Yusuf, akan ditutup sementara. Pasalnya, sudah ada arahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar (Jabar) untuk menutup tempat wisata di zona merah penyebaran Covid-19. “Tempat wisata kita tutup,” ujarnya.

    Sehari sebelumnya, kasus harian Covid-19 di Kota Tasikmalaya juga mengalami lonjakan. Dalam satu hari, tercatat 147 kasus baru Covid-19.

    Asep Hendra, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, mengatakan penambahan kasus tersebut merupakan akumulasi dari hasil pemeriksaan yang dilakukan beberapa hari terakhir. Menurut dia, banyak ditemukan kasus positif langsung karena hasil pemeriksaan beberapa hari terakhir baru keluar hari itu. “Jadi kemarin tesnya antri di Labkesda Provinsi dan langsung keluar,” ujarnya saat dihubungi Republika, Rabu (5/5).

    Namun, Asep memastikan, tidak ada klaster distribusi Covid-19 baru dari penambahan 147 kasus. Semuanya adalah hasil pelacakan kontak dekat dari pasien Covid-19 sebelumnya yang positif. “Ini hasil sampel dari kontak dekat pasien. Dipastikan tidak ada klaster baru,” ucapnya.

    Sedangkan pada Kamis, ada tambahan 28 kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Dengan begitu, total akumulasi kasus positif terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya sebanyak 6.388 kasus. Sebanyak 5.782 orang telah dinyatakan sembuh, 494 orang masih menjalani isolasi, dan 112 orang meninggal dunia.




    Source