Keinginan Ali untuk anak-anaknya | Republika Online

Sebelum meninggal, Ali bin Abu Thalib memanggil anak-anaknya untuk pamit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebelum meninggal, Ali bin Abu Thalib memanggil anak-anaknya untuk pamit. Dikutip dari buku Hasan dan Husain Kisah Tak Terungkap oleh Sayyid Hasan al-Husaini, Ali memanggil al-Hasan dan al-Husain untuk melihat terakhir mereka.

Selain itu, untuk mengajar orang-orang terhormat sejati dan menanamkan kepahlawanan dalam diri mereka. Setelah mereka duduk di dekatnya, Ali pun menyampaikan wasiat perpisahannya.

Sebagian dari surat wasiatnya ditujukan kepada salah satu anaknya secara khusus, dan sebagian lagi ditujukan kepada mereka semua. Awalnya Ali membuat kesaksian kepada al-Hasan dan al-Husain.

Ali berkata: “Aku punya wasiat untuk kalian berdua, takutlah kepada Allah. Jangan mengejar dunia meski dunia mengejarmu. Jangan menangisi apapun atau siapapun, yang meninggalkanmu. Katakan sejujurnya, cintai anak yatim, bantu orang yang membutuhkan, dan berbuat baik untuk akhirat … Menjadi musuh orang yang salah, dan pembela bagi mereka yang dirugikan. Amalkan isi Alquran dan jangan pernah takut dicela siapa pun selama Anda menjunjung tinggi agama Allah “.

Setelah itu, Ali melihat putranya yang lain, Muhammad bin al-Hanafiyah, lalu bertanya:

“Apakah kamu sudah menghafal surat wasiatku untuk kedua saudara laki-lakimu tadi?”

“Ya, saya hapal”, jawabnya.

“Aku juga mewarisi ini padamu, dan aku perintahkan padamu untuk memuliakan kedua saudaramu karena hak mereka yang besar atas dirimu. Patuhi perintah keduanya, dan jangan memutuskan apapun tanpa melibatkan mereka”.

Ali kemudian berpaling lagi kepada al-Hasan dan al-Husain: “Aku mempercayakan dia (Muhammad bin al-Hanafiyah) kepada kalian berdua. Dia juga anak ayahmu, dan kamu tahu ayahmu mencintainya.”

Selanjutnya Ali memberikan pesan khusus kepada al-Hasan: “Wahai anakku, aku akan bersaksi kepadamu, takut kepada Allah. Tetapkan shalat tepat waktu, bayar zakat hasil tangkapannya, dan wudhu yang baik. Karena haram shalat bagi orang yang tidak berwudhu, karena shalat tidak diterima. orang yang tidak membayar zakat.Maafkan kesalahan orang lain, tahan amarah, pertahankan persahabatan, dan bersabar dalam menghadapi ketidaktahuan orang lain.Perdalam ilmu agama, teliti dalam melihat segala sesuatu, dan biasakan membaca Alquran . Saya juga menyarankan Anda untuk selalu berbuat baik kepada tetangga Anda, memerintahkan kebaikan, mencegah kejahatan, dan menjauhi semua kekejian “(Tarikh ath-Tabari).




Source