Kejaksaan Sidik Dua Kasus Dugaan Penyimpangan ADD

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Hingga saat ini Kejaksaan Negeri Sumbawa tengah melakukan penyelidikan intensif melalui kegiatan pengumpulan data serta pengumpulan bukti dan keterangan (Puldata dan Pulbuket) atas dua kasus dugaan penyimpangan dalam pemanfaatan dan penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) pada dua Desa didaerah ini, ungkap Kasi Intelejen Kejari Sumbawa Putra Riza Akhsa Ginting SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya kemarin.

Kedua Desa dimaksud terang Jaksa Putra akrab ia disapa, adalah kasus ADD Pulau Kaung Kecamatan Buer dan ADD Desa Lape Kecamatan Lape, dengan data dan informasi yang bersifat umum telah dikantongi dari pelapor, karena itu untuk mendalami penyelidikannya secara mendalam tentang terjadinya penyimpangan dalam penggunaan dan pemanfaatan ADD dimaksud, maka tentu kami melakukan koordinasi dengan pihak Inspektorat Kabupaten Sumbawa terkait dengan laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari kedua Desa tersebut yang sebelumnya dilakukan pemeriksaan oleh pihak Inspektorat.

Dalam hal ini, kami telah melayangkan surat khusus kepada pihak Inspektorat untuk dapat diberikan LHP dari kedua Desa tersebut kata Jaksa Putra, namun sampai saat ini surat kami belum dijawab, dimana LHP dari Inspektorat selaku Aparat Pemeriksa Internal Pemerintah (APIP) sangat dibutuhkan, sebab LHP dimaksud akan dijadikan pedoman dan acuan bagi kegiatan lidik yang dilakukan oleh tim Jaksa, karena itu koordinasi tetap dilakukan dengan pihak Inspektorat, tukasnya.
“LHP dua Desa hasil pemeriksaan khusus (Riksus) yang dilakukan APIP Inspektorat Sumbawa itu penting, karena itu kami masih menunggu LHP tersebut dari Inspektorat, dan jika nanti telah diperoleh maka kegiatan action pendalaman penyelidikanpun segera dilakukan, untuk dapat mengetahui dengan jelas sejauhmana persoalan yang terjadi,” kata Jaksa Putra Riza Akhsa Ginting SH.