Kejaksaan Tingkatkan Penyidikan Dua Kasus Korupsi

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kejaksaan Negeri Sumbawa saat ini tengah fokus menangani dua perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi, menyusul dengan telah ditingkatkan statusnya dari proses penyelidikan (Lidik) melalui pengumpulan data serta pengumpulan bukti dan keterangan (Puldata dan Pulbuket) ke tingkat penyidikan (Dik), ungkap Kajari Sumbawa Iwan Setiawan SH M.Hum dalam keterangan Pernya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Kamis siang (04/07) kemarin.

Dijelaskan, kedua kasus dugaan korupsi dimaksud meliputi satu kasus lama (tunggakan) tahun sebelumnya yakni kasus ADD Lunyuk Rea, dan satu lainnya merupakan kasus baru yang telah dilakukan proses penyelidikannya secara intensif oleh tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa dibawah koordinator Kasi Pidsus, dan tentang apa kasus baru tersebut akan kami jelaskan lebih lanjut nanti pada momen dan waktu yang tepat, tunggu saja tanggal mainnya, katanya.

“Yang jelas, tim Jaksa Penyidik telah bekerja melakukan proses lidik sesuai dengan standar operasional dan aturan hukum yang berlaku, melalui kegiatan Puldata dan Pulbuket yang dilakukan secara intensif dengan memanggil dan memeriksa sejumlah pihak terkait, sehingga sejumlah bukti dan keterangan telah dikumpulkan, termasuk tim jaksa juga sudah turun melakukan action lapangan guna memeriksa kondisi fisik lapangan, sehingga dari proses lidik dimaksud telah ditemukan adanya unsur Perbuatan Melawan Hukum (PMH) didalamnya dan bahkan telah mengantongi cukup bukti yang kuat untuk dapat ditingkatkan ketahap proses penyidikan selanjutnya.” Papar Kajari Iwan Setiawan.

Menurut Kajari Iwan Setiawan, pihaknya telah menurun surat perintah penyidikan (Sprindik) kepada tim Jaksa Penyidik agar segera melakukan penajaman dan pendalaman penyidikan atas kasus baru tersebut, dengan memanggil dan memeriksa kembali sejumlah pihak terkait, terutama bagi sejumlah pihak yang berhalangan hadir saat dipanggil, karena itu bagi pihak terkait dihimbau agar dapat lebih kooperatif memenuhi panggilan Jaksa, sebab jika mangkir jangan salahkan kami kalau upaya paksa dilakukan, tandasnya.

Mengakhiri keterangannya, Kajari Iwan Setiawan lebih jauh menyatakan terkait dengan siapa saja yang bakal dibidik Jaksa, kita lihat saja nanti hasil penajaman dan pendalam penyidikannya, tunggu nanti aka ada kejutan besar, sebab sejauh ini sejumlah calon tersangka telah dikantongi, pungkasnya.