Kejari Sumbawa bersama Dikes Sumbawa Lakukan Deteksi Dini Kanker Servik dan Sadanis

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Sumbawa bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, menggelar kegiatan Deteksi Dini terhadap penyakit Kanker Servik (Kanker Leher Rahim) dan Sadanis (Kanker Payu Dara), yang berlangsung di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa, Rabu (25/10).
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 165 orang khusunya kaum wanita yang ada di Kabupaten Sumbawa.
Kajari Sumbawa, Paryono SH, yang dimintai komentarnya, menyampaikan bahwa kegiatan Test Dini Kanker Servik dan Sadanis ini merupakan kegiatan yang digelar oleh IAD (organisai istri kejaksaan) yang berlangsung di pusat hingga daerah, dalam bulan Oktober ini yang secara kebetulan bulan ini merupakan Bulan Peduli Kanker Sedunia.
Kegiatan ini digelar jelasnya, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa. “Kami berharap melalui kegiatan ini dapat mendekteksi secara dini terhadap penyakit Kanker Servik dan Sadanis, sehingga dapat dilakukan pencegahan atau pengobatan,” ujarnya
Untuk diketahui kata Pryono, bahwa sebenarnya kegiatan ini digelar pada level Kejaksaan Tinggi, namun ada juga yang digelar di Kejaksaan Negeri termasuk di Kabupaten Sumbawa. “Kami berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada para kaum wanita, dalam upaya melakukan pencegahan terhadap kanker serveik dan Sadanis yang sangat berbahaya itu,” harapnya.
Sementara itu Sekretaris Dikes Sumbawa, Junaidi MSI, menyampaikan bahwa dalam kegiatan itu Dikes Sumbawa mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Sumbawa, sehubungan dengan Bulan Peduli Kanker Sedunia.
Dalam kegiatan ini jelasnya, dilakukan deteksi dini terhadap Kanker Servik dan Kanker Payudara yang merupakan program pemerintah pusat.
Dalam melakukan kegiatan deteksi dini ini jelas Junaidi, mereka menggunakan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) yakni dengan mengoleskan larutan Asam Asetat pada mulut rahim. “Cara ini merupakan cara yang paling mudah, murah dan simpel dalam melakukan deteksi Kanker Servik,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu katanya, Dikes melibatkan petugas medis yang sudah terlatih dan didampingi oleh dua orang dokter.
Sementara untuk deteksi dini Kanker Payudaya, menurut Junaidi, akan diberikan penyuluhan bagiamana cara agar ibu-ibu dapat melakukan pemeriksaan sendiri.
Ditambahkan, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dikes Sumbawa, Hj Ummi Kalsum, bahwa penyebab kanker servik adalah virus yang namanya virus HVP, yang kedua pola hidup yang tidak sehat seperti terlalu sering stres, tidak menjaga asupan makanan, tidak berolah raga teratur, kemudian suka merokok. Selain itu penyakit tersebut juga dapat disebabkan karena faktor keturunan.
Menurutnya, Kanker tersebut bukan hanya mematikan tetapi juga akan dapat diturunkan kepada generasi berikutnya dan penyeba lainnya yakni melahirkan di usia dini.
Adapun cara mencegahnya sambung Hj Ummi, yakni menjaga pola hidup sehat, kemudian mendapatkan vaksin HPV, selain itu hindari sek bebas atau hindari berganti pasangan dan yang paling penting katanya melakukan pemeriksaan secara berkala, setidaknya 3 tahun sekali.