Kekhawatiran Warga Purbalingga Saat Pandemi Cukup Tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA — Kekhawatiran warga Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, selama pandemi Covid-19 cukup tinggi. Hal ini ditandai dengan adanya beberapa gerakan warga untuk membantu penyediaan kebutuhan warga yang melakukan isolasi mandiri selama pelaksanaan PPKM Darurat.

“Kami cukup heran, ternyata banyak orang yang memiliki empati yang luar biasa untuk saling membantu di masa pandemi Covid-19 ini,” jelas Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, Jumat (16/7).

Selama masa pandemi, ia menerima laporan bahwa beberapa gerakan muncul di masyarakat untuk membantu warga yang menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19. Antara lain, gerakan yang dilakukan oleh Yayasan Bara Trisna Buana di Desa Toyareka, Kantor Kecamatan Kalimanah, dan Posko Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Purbalingga.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Yayasan Bara Trisna Buana telah membangun dapur umum untuk mendistribusikan 200-400 beras kemas per hari, BUMD BPR di Kabupaten Kalimanah mendistribusikan 440 beras kemas, dan TP PKK di Posko Gugus Tugas Covid-19 Purbalingga telah membagikan 397 beras kemas di Kabupaten Purbalingga.

Menurut Bupati, di tengah keterbatasan kapasitas pemerintah saat ini, gerakan masyarakat seperti ini sangat dibutuhkan. ”Dalam kondisi seperti sekarang ini, dibutuhkan gotong royong dari semua elemen untuk bergerak membantu sesama. Atas nama Pemerintah Kabupaten Purbalingga, kami menyampaikan apresiasi atas gerakan-gerakan semacam ini,” ujarnya.

Ia berharap lembaga atau organisasi sayap pemerintah bisa melakukan hal yang sama. Misalnya dari Forum BUMD, PMI, Baznas, dan sebagainya. Masing-masing memiliki wilayah/kecamatan dalam lingkup pemberian bantuan.

”Instansi lain yang ingin bergabung bisa segera berkoordinasi agar nantinya tidak tumpang tindih sehingga bantuan bisa tepat sasaran,” kata bupati.

https://repjogja.republika.co.id/berita/qwbxu8399/kepedulian-warga-purbalingga-selama-pandemi-cukup-tinggi