Kemenag Sumbawa Gelar Pembinaan Kerukunan Umat Beragama di Kalangan Pelajar

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumbawa, menggelar pembinaan kerukunan umat beragama di kalangan pelajar. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, Senin (13/11).
Hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus FKUB Kabupaten Sumbawa yang terdiri dari PHDI, Katolik, Kristen, NU, NW, Muhamadiyah serta para pelajar tingkat SMA/SMK dan Madrasah Aliyah se-Kota Sumbawa Besar dengan jumlah peserta sebanyak 80 orang
Kegiatan itu dihajatkan untuk memelihara dan menumbuhkan kesadaran akan hakekat keragaman dan perbedaan bangsa Indonesia, dengan memanfaatkan sekolah untuk mensosialisasikan dan menanamkan pengertian membangun kerukunan antar umat beragama sebagai esensi perbedaan keragaman nusantara.
Kepala Kantor Kemenag Sumbawa, Drs H Sukri M.Si. dalam pemaparannya menyampaikan pengetahuan khususnya di bidang agama perihal fenomena keberagaman dan pembinaan kerukunan umat beragama di kalangan pelajar yang rawan konflik.
Sehingga dipandang penting untuk memberikan informasi yang baik kepada generasi muda agar mampu memahami esensi perbedaan sebagai kekayaan peradaban berbangsa dan bernegara.
Sementara itu Kapolres Sumbawa, menyampaikan materi tentang pentingnya memahami hakekat perbedaan sebagai suatu kewajiban azasi bagi warrga negara. Pengetahuan akan keragaman bangsa Indonesia yang demikian kaya harus dijadikan potensi membangun peradaban bangsa itu sendiri, bukan di sikapi secara sempit karena perbedaan sudut pandang dancara.
Kapolres mengajak pemuda tampil sebagai generasi cerdas untuk menyikapi fenomena sosial tidak justru terlarut dengan media sosial yang penuh dengan kebebasan berpendapat.
Sementara masalah kerukunan beragama jelas Kapolres tidak gampang dibangun seperti pembangunan fisik dan tidak dapat dihitung secara eksak, namun harus dimulai dari koordinasi mantap dan berkelanjutan karena kerukunan itu akan selalu berubah-ubah, dari rukun berubah menjadi tidak rukun, karenanya kerukunan itu harus dibangun terus menerus.
Sementara itu Ketua FKUB Kabupaten Sumbawa, H Umar Hasan, mengingatkan kepada  generasi muda agar selalu senantiasa menjadi garda terdepan menjaga misi kerukuan umat beragama. Khususnya dalam menjaga 4 pilar yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Kerukunan jelas H Umar Hasan, itu disatu pihak didambakan semua kalangan, namun di lain pihak kerukunan itu sifatnya dinamis dan selalu berubah, sebagai akibat arus globalisasi yang berpengaruh pada kehidupan baik positif maupun negatif.
Untuk diketahui katanya, bahwa pemerintah wajib menjamin melindungi setiap usaha penduduk melaksanakan ajaran agama dan ibadah pemeluknya agar berlangsung rukun, lancar dan tertib serta selalu harmoni. Menodai salah satu agama berarti mengganggu ketertiban dan ketenteraman kendati hanya sekedar isu belaka. Masalah seperti itu harus dapat disikapi secara arif dan bijaksana karena jika keliru menyikapi bisa mendatangkan dampak yang kurang baik. Untuk itu diperlukan upaya pemerintah dalam membina umat beragama dilandasi saling pengertian, menghormati menghargai kesetaraan dan pengalaman ajaran agama