Kemendikbud Seleksi Mitra Sistem Informasi Pengadaan Sekolah

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya membentuk mitra Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah). Melalui proses yang ketat untuk diselesaikan pasar orang lain yang telah dipilih terlebih dahulu, akhirnya terpilih sebagaidaall.id.

    Pemilihan Mitra SIPLlah dimulai pada awal tahun 2021. Senior Corporate Communications PT Bengawan Cable Vision (BCV), perusahaan yang menaungi adaall.id, Abdul Karim Zaidan mengatakan ada 36 perusahaan yang mendaftar.

    “Kemudian setelah lolos seleksi, kami dinyatakan lolos bersama 24 perusahaan lainnya, yang kemudian kami terpilih sebagai Mitra SIPlah,” kata Zaidan dalam siaran persnya, Jumat (27/8).

    Lebih lanjut Zaidan mengungkapkan bahwa partainya adalah pasar 100 persen karya anak bangsa, baik investor maupun pekerja. BCV sendiri merupakan perusahaan yang fokus pada jaringan (jaringan) yang berkomitmen terhadap perkembangan dunia IT.

    Dengan berbasis komunitas dan UMKM di tanah air, kata Zaidan lagi, Adaall.id dalam tiga bulan ke depan akan fokus merangkul sekitar 3.000 UMKM untuk kost di situs tersebut. https://siplah.adaall.id/.

    Sementara itu, SIPLah merupakan platform resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai wadah bagi sekolah umum untuk melakukan proses pengadaan atau belanja segala kebutuhannya secara digital dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Melalui situs ini, semua transaksi akan tercatat secara terbuka dan akuntabel sehingga terhindar dari penyalahgunaan dana BOS.

    Metode transaksi digital ini menjadikan SIPLah salah satu solusi penggunaan dana BOS secara efektif, efisien dan akuntabel, sesuai dengan semangat yang dicanangkan Menteri Nadiem Makarim yang merupakan salah satu pelopor digitalisasi ekonomi di Indonesia.

    Oleh karena itu, menurut Zaidan, siplah.adaall.id menyelesaikan pasar yang telah ada di situs SIPlah. “Kami berusaha fokus menjalin kerjasama dengan UMKM dan masyarakat di wilayah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Zaidan.

    Selanjutnya, dia juga mengaku senang karena adaall.id yang murni pemain lokal dapat menjadi bagian dari pembangunan pendidikan nasional.

    “Kami yang terdiri dari talenta-talenta muda yang penuh potensi, percaya bahwa kami dapat berkontribusi secara signifikan dan lebih baik dalam proses pengadaan semua barang dan jasa yang dibutuhkan untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, sehingga kami berharap dunia pendidikan di tanah air bisa lebih baik lagi. ,” dia berkata. .

    https://repjogja.republika.co.id/berita/qyhqcq291/kemendikbud-pilih-mitra-sistem-informasi-pengadaan-sekolah