Kemendikbud Tetapkan SMP Penerima DAK Fisik Tahun 2019

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), telah menetapkan SMP penerima DAK fisik untuk tahun 2019. Kabupaten Sumbawa sendiri tahun ini mendapat kucuran DAK bidang pendidikan untuk SMP sebesar Rp 14,9 Miliar. “Iya, Kemendikbud sudah tetapkan SMP penerima DAK fisik di Sumbawa tahun ini,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, melalui Kabid Pembinaan SMP, Hasbullah, SPd.
Untuk rehabilitasi ruang kelas dengan kategori minimal sedang beserta perabotnya, Kemendikbud menetapkan 19 sekolah sebagai penerima. Ada juga 10 sekolah yang ditetapkan sebagai penerima rehabilitasi ruang Lab IPA beserta perabotnya. Sementara untuk rehabilitasi Lab Komputer beserta perabotnya hanya diberikan untuk dua sekolah.
Berikutnya sebanyak tujuh sekolah mendapatkan rehabilitasi dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya. Tujuh sekolah ada juga yang mendapatkan rehab ruang kantor beserta perabotnya. Untuk rehabilitasi jamban siswa dengan tingkat kerusakan minimal sedang dan perabotnya sebanyak dua belas sekolah.
Selanjutnya, pembangunan ruang kelas baru beserta perabotnya untuk lima sekolah. Rehabilitasi pembangunan Lab IPA beserta perabotnya (lima sekolah), pembangunan ruang perpustakaan beserta perabotnya (dua sekolah), pengadaan peralatan Lab IPA dan Fisika (enam sekolah), pengadaan peralatan Lab IPA dan Biologi (enam sekolah), pengadaan peralatan Lab Komputer (tiga sekolah), pengadaan alat peraga Matematika (sembilan sekolah) dan pengadaan peralatan alat peraga IPS (enam sekolah).
DAK fisik tahun ini juga diperuntukkan bagi pengadaan media pendidikan untuk enam sekolah, pengadaan sarana pendidikan jasmani tujuh sekolah, pengadaan sarana seni budaya juga untuk tujuh sekolah, pengadaan buku koleksi perpustakaan sekolah untuk enam sekolah, pengadaan alat kesenian tradisional untuk lima sekolah serta pengadaan rumah dinas guru beserta perabotnya untuk empat sekolah. “Satu sekolah ada yang dapat lebih dari satu paket. Intinya sesuai kebutuhan masing-masing sekolah,” terang Hasbullah.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya kata Hasbullah, pengerjaan DAK fisik tahun ini juga menerapkan sistem swakelola.
Saat ini Dinas Dikbud Sumbawa, measih menunggu Juknis baru. Setelah Juknis ini diterima, barulah semua kepala sekolah penerima akan diundang untuk diberikan sosialisasi. “Insya Allah, paling telat bulan April pekerjaannya sudha bisa action,” tandasnya.