Kementan-Jasindo Siapkan Asuransi Petani Berbasis Wilayah

Kementerian Pertanian dan Jasindo berkolaborasi menyiapkan asuransi pertanian berbasis wilayah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) bekerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menyediakan Asuransi Usaha Tani Padi berdasarkan Indeks Hasil Padi atau Indeks Hasil Padi Berbasis Area (IHPPBA).

Asuransi memberikan kompensasi berdasarkan hasil rata-rata regional dengan melakukan survei sampling statistik dan survei ubin di area tertentu di area persawahan. “Asuransi IHPPBA ini memberikan perlindungan kepada petani jika produksi lebih rendah dari rata-rata produksi per wilayah, sehingga petani dapat melanjutkan kegiatan usahatani karena telah memiliki modal kerja dari kompensasi risiko usahatani yang dialami,” kata Direktur Pengembangan Usaha Asuransi Jasindo, Diwe Novara , dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/7).

Melalui asuransi IHPPBA, petani bisa mendapatkan kompensasi jika hasil aktual yang dicapai lebih rendah dari indeks ambang batas yang telah ditetapkan. Kompensasi dapat dilakukan jika daerah tersebut kebanjiran, rob, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Program asuransi ini merupakan bagian dari Proyek Pengembangan Kapasitas Pelaksanaan Asuransi Pertanian Di Republik Indonesia (CDIAI) yang diprakarsai oleh BAPPENAS bekerja sama dengan JICA (Japan Indonesia Corporation Agency), Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, dan OJK. Asuransi Usaha Tani Padi berdasarkan Indeks Hasil Padi Berbasis Wilayah (IHPPBA) berbeda dengan Asuransi AUTP sebelumnya yang didasarkan pada ganti rugi.

Diwe menjelaskan, program ini akan berlangsung pada semester II tahun 2021, diawali dengan uji coba AUTP IHPPBA yang difokuskan pada lahan seluas 6.000 hektar di 15 desa yang telah ditentukan di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan iuran kepada petani sebesar Rp. 127.200 per hektar dan petani hanya perlu membayar Rp. 31.800 per hektar untuk dapat memanfaatkan program ini.

Diwe melanjutkan, program ini akan berlangsung pada semester kedua tahun 2021. Tahap awal, uji coba AUTP IHPPBA akan difokuskan pada lahan seluas 6.000 hektar di 15 desa di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Persiapan pelaksanaan program ini juga melibatkan Dinas Provinsi Jawa Barat dan Dinas Karawang. Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan iuran kepada petani sebesar Rp. 127.200 per hektar dan petani hanya perlu membayar Rp. 31.800 per hektar untuk dapat memanfaatkan program ini.

“Dengan izin dari OJK dan penugasan dari Kementerian Pertanian, diharapkan pelaksanaannya dapat berjalan lancar, memberikan alternatif perlindungan kepada petani jika hasil panen sebenarnya di bawah ambang batas indeks, dan mendidik petani untuk mengelola risiko dan pertanian yang lebih baik. sistem,” kata Diwe.



https://www.republika.co.id/berita/qwcoqi354/kementanjasindo-siapkan-asuransi-tani-berbasis-area