Kementerian Agama Izinkan Tarawih di Masjid dengan 50 Persen Jamaah

Tahun ini, umat Islam bisa beribadah di masjid dengan mematuhi tata cara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Umat Islam akan melanjutkan salat Ramadhan dalam kondisi pandemi Covid-19. Namun, dibandingkan tahun lalu, Kementerian Agama kini mengizinkan pelaksanaan shalat tarawih dan doa Idul Fitri 1442 Hijriyah berjamaah.

Dalam surat edaran nomor 3 tahun 2021 yang dikeluarkan Senin (5/4), pelaksanaan tarawih dan shalat Lebaran dibatasi hanya 50 persen dari total ruang yang digunakan.

Berikut adalah pedoman yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2021.

1. Umat Islam, kecuali mereka yang sakit atau karena alasan syar’i yang dapat dibenarkan lainnya, wajib menjalankan puasa Ramadhan sesuai dengan hukum syariah dan praktik keagamaan yang ditentukan oleh mereka;

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di setiap rumah bersama keluarga inti;

3. Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama masih tetap dilaksanakan, harus memenuhi batasan jumlah kehadiran maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari keramaian;

4. Pengurus masjid / mushola dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah, antara lain:

Sebuah. Shalat lima waktu, shalat tarawih dan witir, tadarus alquran, dan iktikaf dengan batasan kehadiran maksimal 50 persen dari kapasitas masjid / mushola dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, menjaga jarak aman 1 meter antar jamaah, dan setiap jemaah membawa sajadah / mukena masing-masing. -Setiap;

b. Zikir / Ceramah / Taushiyah / Kultum Ramadhan dan Kuliah Subuh, terlama dengan durasi 15 menit.

c. Peringatan Nuzulul Quran di masjid / mushola dilaksanakan dengan batasan jumlah jamaah maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan tata tertib kesehatan yang ketat;




Source