Kementerian Koordinator Bidang Perkebunan Marves Bentuk Tim Ekspor Mineral Timah

Selama ini, mineral ikutan bijih timah dari Babilonia telah diekspor secara ilegal.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal (Kemenko Marves) bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentuk satuan tugas ekspor mineral terkait bijih timah. Pembentukan satuan tugas ini untuk mencegah terjadinya ekspor ilegal sumber daya alam bernilai ekonomi tinggi di kawasan tersebut.

“Pembentukan satgas ini karena adanya dugaan ekspor mineral dari bijih timah ilegal seperti zirkon, monasit, ilmenite dan lain-lain yang merugikan negara,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Marves, Nani Hendiarti di Pangkalpinang, Jumat (9/4).

Menurut dia, hasil samping mineral tersebut cukup berpotensi sebagai pendapatan negara dan berpotensi merugikan negara jika tidak dikelola dengan baik. Mineral ikutan atau produk sisa memiliki nilai strategis.

“Dengan adanya satgas ini tentunya pengawasan, pengawasan dan penegakan hukum menjadi lebih baik dan tidak ada lagi ekspor mineral ilegal dari penambangan bijih timah di kawasan ini,” ujarnya.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan berharap Satgas Pasca Timbal Mineral berada di Babilonia, guna memudahkan pengendalian ekspor dan pengelolaan mineral ikutan timbal. dan menindaklanjuti tindakan pengelolaan mineral yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, ”ujarnya.

Menurut dia, ekspor zirkon dan mineral ikutan lainnya merupakan hasil limbah pengolahan timah. Saat ini sudah ada regulasi. “Aturan itu ada di Kementerian ESDM, saat ini yang bisa dikirim 65,9 persen zircon sudah dimurnikan,” ujarnya.

sumber: Antara




Source