Kementerian Perhubungan Mediasi Penyelesaian Hak Pelaut yang Meninggal

Upaya mediasi merupakan salah satu layanan Pemerintah dalam melindungi hak-hak pelaut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kembali menggelar mediasi penyelesaian hak dari almarhum. La Ode Wawan, seorang pelaut (Awak Kapal / ABK) yang meninggal saat bekerja di Kapal Kounen Maru. Mediasi dilakukan antara PT Anugerah Bahari Pasifik dan La Irfan, pewaris La Ode Wawan.

Memastikan penyelesaian hak-hak pelaut yang meninggal dunia saat bertugas merupakan wujud kehadiran Pemerintah sekaligus wujud kepedulian Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam memberikan perlindungan bagi para pelaut Indonesia. Demikian disampaikan Kasubdit Kepelautan Kapten Jaja Suparman yang memimpin mediasi di kantor Kementerian Perhubungan di Jakarta, dalam keterangannya diterima Republika.co.id, Rabu (14/4).

Ia menilai upaya mediasi semacam ini merupakan bentuk pelayanan dan dukungan konkrit dari Pemerintah dalam melindungi hak-hak pelaut. Dan, membantu menyelesaikan masalah untuk menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Adapun penyerahan santunan ini senilai Rp. 304.678.425 yang diserahkan oleh PT Anugerah Bahari Pasifik kepada ahli waris La Irfan yaitu perwakilan keluarga almarhum. La Ode Wawan.

Sebagai informasi, Alm. La Ode Wawan meninggal dunia di atas kapal Kaounen Maru pada tanggal 3 Desember 2020. Penyerahan jenazah tersebut dibantu dengan fasilitasi oleh PT Anugerah Bahari Pasifik kepada pihak keluarga pada tanggal 26 Desember 2020 di Bandara Soekarno Hatta.

Dalam kesempatan ini, Kapten Jaja juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sang pelaut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada kedua pihak yang telah saling bekerjasama dalam menyelesaikan proses pemberian santunan / hak bagi pelaut yang meninggal dunia.

Terakhir, Capt. Jaja menghimbau kepada semua pihak dikemudian hari jika terjadi kecelakaan saat awak atau awak kapal meninggal saat bertugas, agar segera menyelesaikan proses santunan kepada keluarga atau ahli waris korban agar tidak perlu waktu menunggu lama. .




Source