Kementerian Perhubungan Perketat Tiga Hal Ini untuk Mengantisipasi Peningkatan Mobilitas di Pascalebaran

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati memperketat regulasi guna mengantisipasi peningkatan mobilitas pasca Lebaran.

    Menurut dia, pertama, Kementerian Perhubungan akan konsisten melaksanakan Peraturan Menteri Perhubungan 13/2021 bahwa selama masa Penghapusan Mudik mulai 6-17 Mei 2021 angkutan yang diperbolehkan beroperasi adalah untuk melayani kegiatan yang dikecualikan.

    Sedangkan pada masa pengetatan setelah eliminasi mudik 18-24 Mei 2021, masa berlaku tes Covid, PCR, Rapid Antigen 1×24 jam dan Genose pada hari yang sama sebelum pemberangkatan, jelas Adita dalam keterangan tertulisnya. Jumat (14 / 5/2021).

    Baca juga: Ombudsman Menghargai Pos Pengurungan Sisa Maksimal di Tengah Kekurangan

    Baca juga: Hari Pertama Lebaran 896 Kendaraan Diminta Belok Balik di Pintu Tol Cikarang Barat

    Kedua, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan unsur terkait seperti Polri, TNI, Satgas Penanganan Covid-19, Pemerintah Daerah disepakati mulai tanggal 15 Mei 2021 akan dilakukan pemeriksaan kesehatan secara acak di angkutan darat. pengguna, baik roda empat maupun roda dua.

    Pengecekan secara acak dilakukan di sekitar 21 titik pemblokiran, baik di jalan tol, jalan nasional maupun lokasi lain yang dianggap penting.

    Ketiga, untuk memperketat masuknya masyarakat dari wilayah Sumatera ke Pulau Jawa melalui angkutan penyeberangan, mulai tanggal 15 Mei 2021 seluruh penumpang diwajibkan untuk melakukan uji antigen, artinya test kit, tenaga kesehatan, dan implementasinya akan meningkat dibandingkan. ke hari sebelumnya.

    Baca juga: Polda Metro Klaim Malam Takbiran, Idul Fitri dan Kenaikan Isa Al-Isa Masih Kondusif

    Uji coba gratis akan dilakukan di luar pelabuhan Bakuheni, dengan membangun gedung berupa tenda dari BNPB, untuk menghindari penumpukan penumpang di pelabuhan.

    Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Pengendalian Transportasi Terpadu, jumlah pergerakan orang yang meninggalkan Jabodetabek di semua moda, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi, dari 22 April hingga 11 Mei 2021 sekitar 1,5 juta orang.

    Kementerian Perhubungan tetap konsisten melakukan pengendalian transportasi selama periode penghapusan mudik dan periode pengetatan (pra dan pasca mudik) untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia pasca libur Lebaran.




    Source