Kepabeanan dan Cukai Melakukan Sosialisasi Eksternal dan Internal

    Bea dan Cukai Tanjung Perak memudahkan pengguna jasa menyampaikan permasalahan kepabeanan

    REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Pemerintah terus mengeluarkan atau memperbarui regulasi baru di segala bidang, termasuk di bidang kepabeanan. Bea dan Cukai sebagai instansi yang memiliki andil di bidang tersebut, secara masif melakukan sosialisasi dan pendampingan dengan tujuan agar peraturan yang telah ditetapkan dapat dipahami dan diterapkan dengan baik.

    Di Surabaya, Bea dan Cukai Tanjung Perak mengadakan sosialisasi manifes dan service sharing session dalam rangka meningkatkan pelayanan, serta memberikan pemahaman kepada pengguna jasa mengenai kewajiban mencantumkan NPWP dalam dokumen manifes. Pencantuman NPWP dalam manifes berlaku terhitung sejak 1 Agustus 2021 yang lalu. Aturan ini berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-97/PMK.04/2020 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-11/BC/2020.

    Kepala Seksi Administrasi Manifes Pabean Tanjung Perak, Moh. Adhar dalam acara sosialisasi manifes mengungkapkan “Tujuan pencantuman NPWP dalam dokumen manifes adalah untuk menghindari penipuan atau penggunaan identitas penerima barang tanpa izin dalam manifes ke dalam. Ke depan, dengan pencantuman ini NPWP, pengguna jasa akan mendapat notifikasi bahwa barang sudah sampai, dapat masuk PIB dengan menarik data manifes dengan menggunakan acuan NPWP, dan sebagai validasi dan bukti rekonsiliasi kepada Ditjen Pajak untuk outward manifest.”

    Selain sosialisasi manifes, pada kesempatan ini Bea dan Cukai Tanjung Perak memfasilitasi pengguna jasa untuk menyampaikan kendala dalam kegiatan kepabeanan dalam acara bertajuk service sharing session. Acara ini merupakan agenda rutin yang dilakukan Bea dan Cukai Tanjung Perak dalam rangka memberikan pelayanan prima bagi pengguna jasa.

    Acara sosialisasi juga dilakukan oleh Bea dan Cukai Pasar Baru yang mengemas kegiatan sosialisasi berupa coffee morning impor kiriman dengan mengundang PT Pos Indonesia untuk membahas penyelesaian piutang konsinyasi. “Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat terwujud kerjasama yang lebih baik antara Bea Cukai Pasar Baru dengan PT Pos Indonesia dalam melakukan pengawasan dan pelayanan terkait impor konsinyasi serta dapat meningkatkan kualitas standar pelayanan demi kepuasan pengguna jasa, ” harap Kepala Kantor Pabean Pasar. Baru, Setiaji Tenggamus.

    Tidak hanya sosialisasi eksternal, Bea dan Cukai juga sering melakukan sosialisasi internal seperti yang dilakukan oleh pihak Bea dan Cukai DIY Jawa Tengah bekerjasama dengan Bea Cukai Cilacap dan Universitas Jenderal Sudirman yang mengadakan pelatihan pengukuran barang curah secara online dan offline yang diikuti oleh karyawan di Kantor Bea dan Cukai DIY Jawa Tengah. .

    Di bidang kepabeanan, pengukuran dan penghitungan barang curah merupakan komponen penting dalam menentukan besaran bea masuk dan bea keluar suatu barang curah. Penentuan berat dan/atau volume harus akurat tetapi dapat ditoleransi selama masih dalam batas yang ditentukan. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-26/PMK.04/2020.

    Kepala Bea dan Cukai DIY Jawa Tengah, Muhamad Purwantoro mengatakan, pelatihan tersebut merupakan aplikasi dari learning organization dan diperlukan untuk mendukung kinerja pegawai khususnya dalam proses pemeriksaan barang. “Pengukuran dan perhitungan barang curah yang akurat dan valid sangat penting. Harus berdasarkan teori dan metode yang tepat. Oleh karena itu, keterampilan mengukur dan menghitung barang curah harus terus diasah,” ujarnya.



    https://www.republika.co.id/berita/r0akoh380/bea-cukai-lakukan-sosialisasi-eksternal-dan-internal