Kepala Laporan Reserse Kriminal Dipanggil untuk Mengusulkan Ekstradisi Jozeph Paul Zhang

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, mengatakan pihaknya akan mengajukan permintaan ekstradisi tersangka penistaan ​​agama Jozeph Paul Zhang.

Nantinya, permintaan ekstradisi akan diserahkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Hasil koordinasi dengan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham disarankan untuk mengajukan permohonan (ekstradisi) kepada Kumham, “kata Agus dalam keterangannya, Sabtu (24/4/2021). ).

Baca juga: Markas Interpol di Lyon Prancis Akan Segera Mengeluarkan Pemberitahuan Merah Jozeph Paul Zhang

Lebih lanjut Agus menambahkan, penyidik ​​juga sedang berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk merealisasikan rencana tersebut.

“Langkah kami mengajukan permintaan, proses selanjutnya akan dilakukan olehnya (Kemenkumham),” pungkasnya.

Sebagai informasi, Polri masih memburu Jozeph Paul Zhang yang dikabarkan berada di Jerman. Pemilik nama Shindy Paul Soerjomoeljono ini resmi menjadi buron.

Di sisi lain, Mabes Polri berupaya memasukkan nama Shindy Paul Soerjomoeljono ke red notice Sekretariat NCB Indonesia melalui Markas Interpol di Lyon, Prancis.

Baca juga: Polisi Belum Berencana Menerbangkan Personil ke Jerman Untuk Mengejar Jozeph Paul Zhang

Nama Jozeph Zhang menjadi viral setelah diunggah ke akun YouTube miliknya yang dianggap mencemarkan nama baik Islam. Salah satunya adalah pernyataan yang menyebut dirinya nabi ke-26.

Dalam kasus ini, Jozeph Paul Zhang diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang pidato SARA. Selain itu, Jozeph juga diduga melanggar Pasal 156 huruf a tentang penodaan agama.

Ancaman hukuman, penjara selama 5 tahun.




Source