KEPOLISIAN KSB GAGALKAN PEREDARAN 19 POCKET SHA

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Tim Satres Narkoba Polres Sumbawa Barat telah berhasil menggagalkan peredaran belasan pocket narkotika jenis shabu yang akan diperjualbelikan dikawasan Bumi Pariri Lema Bariri KSB, setelah seorang pengedar barang haram itu berinitial oknum swasta SH (47) yang bermukim di Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang KSB berhasil ditangkap dan diamankan bersama barang bukti dalam sebuah operasi penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan disebuah warnet dan rumah kediaman tersangka/terdakwa, dan kini berkas perkara narkotika yang terjadi diwilayah hukum KSB itu telah dilimpahkan penanganannya ke Pengadilan Negeri Sumbawa oleh tim JPU Kejari Sumbawa diwakili Jaksa Agung Pambudi SH dengan sidang perdana akan mulai digelar pekan mendatang dibawah kendali ketua majelis hakim Dwiyantoro SH dengan hakim anggota Faqihna Fiddin SH dan I Gusti Lanang Indra Pandhita SH MH didampingi Panitera Pengganti Nely Nauluffah SH.
Kasus tindak pidana dengan tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I yang melibatkan terdakwa SH (47) tersebut terjadi pada hari Senin 24 Juli 2017 lalu sekitar Jam 15.45 Wita bertempat di TKP KNY-Net yang berada dikawasan jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Arab Kenangan Kecamatan Taliwang KSB, berawal ketika itu terdakwa berangkat dar rumahnya sekitar jam 15.00 Wita dengan berjalan kaki menuju warnet berjarak 500 meter dari kediamannya dan langsung duduk memesan dan menyewa komputer meja 3, dan setengah jam kemudian datang sejumlah aparat Kepolisian yang selama ini mengincar dan memantau gerak gerik pelaku segera melakukan penggeledahan.
Disaat itulah, terdakwa mengambil sebuah dompet kain warna coklat berisikan 19 pocket shabu dan 3 lembar plastik clip berisi shabu-shabu dengan total berat bersih sebanyak 6,14 Gram yang tersimpan sebelumnya didalam saku kiri jaketnya dengan melemparnya kearah meja komputer 4 disebelahnya yang kebetulan sedang disewakan dan dipakai oleh saksi Saifuddin, dimana perbuatannya terdakwa itu sempat dilihat oleh petugas Kepolisian dan saksi, sehingga tanpa ampun terdakwa langsung diamankan bersama sejumlah barang bukti belasan pocket shabu, sejumlah uang tunai dan sebuah HP miliknya, untuk kemudian terdakwapun dibawa menuju kerumah kediamannya sekaligus dilakukan penggeledahan kamar terdakwa yang berada dilantai II dan berhasil menemukan sejumlah barang bukti lainnya berupa 2 buah potongan pipet plastik, 1 korek gas tanpa kepala, 1 buah plastik clip bekas poketan shabu-shabu serta 7 lembar plastik clip kosong.
Dari hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan penyidik Kepolisian KSB, terdakwa SH sendiri mengaku kalau barang haram shabu tersebut dibeli dari seorang bernama Muh di Mataram dengan harga sebesar Rp 7.800.000 dan rencananya oleh terdakwa akan dijual kembali dengan harga bervariasi per-pocketnya seharga Rp 200.000, Rp 300.000, Rp 500.000 hingga harga Rp 1.500.000/pocket, dimana akibat perbuatan yang dilakukan terdakwa itu diancam dengan pelanggaran Pasal 114 ayat (1) jo psl 112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.