KEPOLISIAN USUT KASUS LAR AI-AMPUK PLAMPANG

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kendati upaya perdamaian kedua belah pihak yang bersengketa soal lokasi lahan ternak (LAR) kawasan Ai – Ampuk Desa Plampang Kecamatan Plampang Sumbawa telah difasilitasi langsung oleh Bupati Sumbawa HM Husni Djibril B.Sc bersama sejumlah pihak terkait lainnya, namun terkait dengan adanya persoalan hukum terjadinya dugaan tindak pidana pengrusakan maupun penganiayaan yang menimpa oknum anggota Satuan Pol-PP Sumbawa tetap dilakukan pengusutannya oleh pihak Kepolisian melalui kegiatan penyelidikan dan penyidikan intensif, karena hukum harus dijunjung tinggi dan ditegakkan.
Penyidikan intensif yang dilakukan pihak Kepolisian terkait dengan kasus Lar Ai-Ampuk Plampang tersebut ditandai dengan pengiriman Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor B.14202/SPDP/02/XII/2017/Res SBW tertanggal 27 Desember 2017 dari pihak Kepolisian Resort Sumbawa yang ditandatangani langsung Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi (AKP) Zaki Maghfur S.IK yang ditujukan kepada pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa, dimana penyidikan perkara tindak pidana bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan atau pengrusakan maupun penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP jo Pasal 406 KUHP maupun Pasal 351 KUHP yang terjadi pada hari Selasa 19 Desember 2017 lalu sekitar Jam 15.00 Wita bertempat di TKP lokasi lahan ternak (LAR) Ai-Ampuk Desa Plampang Kecamatan Plampang Sumbawa dan diduga telah dilakukan oleh beberapa orang yang belum diketahui iedentitasnya (Lidik) dengan cara pelaku merusak kendaraan milik korban maupun melakukan penganiayaan terhadap seorang anggota Pol-PP Sumbawa (korban), dengan menggunakan alat berupa batu, parang dan tombak yang mengakibatkan 2 unit truck Mitsubishi dan 1 unit Mega Carry milik korban mengalami kerusakan dengan kerugian material mencapai sekitar Rp 70 Juta.
Bahkan, tindak pidana penganiayaan yang menimpa korban Hidayat (47) anggota Pol-PP Sumbawa yang bermukim di Gang Mangga Kelurahan Umasima Sumbawa sebagaimana dilaporkan, berawal ketika itu belasan anggota Pol-PP Sumbawa sedang melaksanakan tugas pengecekan atas sebidang tanah berstatus quo dilokasi SP2 Plampang, tiba-tiba saja datang sekelompok orang berjumlah sekitar 40 orang menyerang korban menggunakan batu, tombak, pedang dan parang, membuat korban mengalami luka tebas dibagian siku tangan kiri, punggung dan kepala bagian atas, sehingga korban harus menjalani rawat inap di RSUD Sumbawa.
Plh Kasi Pidum Kejari Sumbawa Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH yang juga Kasi Pidsus ini ketika ditemui Gaung NTB diruang kerjanya Selasa (02/01) kemarin membenarkan kalau SPDP atas kasus tindak pidana pengrusakan dan penganiayaan yang terjadi di TKP LAR Ai-Ampuk Desa Plampang Kecamatan Plampang medio pertengahan Desember 2017 lalu baru saja diterima pihak Kejaksaan, dan untuk selanjutnya tentu pihak Kejaksaan masih menunggu pengiriman berkas perkaranya dari pihak Kepolisian, dimana saat ini penyidik Kepolisian sedang melakukan proses lidik dan dik atas kasus tersebut, ujarnya singkat.