Kerja sama Disnakeswan Dengan Gaung NTB Disnakeswan Sumbawa Lakukan Antisipasi Massif Terhadap Rabies

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Penyakit Anjing Gila (Rabies), sekarang dini diduga telah memasuki wilayah perbatasan Kabupaten Sumbawa, hal ini terindikasi dengan adanya salah seorang korban gigitan Anjing Gila di salah satu desa di Kecamatan Tarano, dan sekarang ini sudah dilakukan penanganan secara medis.
Untuk mengantisipasi kemungkinan menyebarnya penyakit yang berawal terjangkit dari Kabupaten Dompu tersebut, Pemerintah Daerah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa bersama Pemerintah Kecamatan khususnya Kecamatan Tarano dan Kecamatan Empang serta Pemerintah Desa setempat bergerak cepat untuk melakukan antisipasi dengan melakukan eliminasi terhadap anjing liar yang ada di kecamatan perbatasan tersebut.
Kepala Disnakeswan Kabupaten Sumbawa, Ir Sirajuddin yang dikonfirmasi Gaung NTB, Jum’at (08/02), menyampaikan bahwa pada saat Pemerintah Daerah mendapat informasi terkait dengan adanya kasus Anjing Gila (Rabies) di Kabupaten Dompu dan sudah menimbulkan korban, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan sudah melakukan antisipasi bersama dengan pemerintah kecamatan desa, yang diawali dengan dilakukannya sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan masalah tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan tindakan pemusnahan terhadap anjing liar yang ada di desa-desa perbatasan Kabupaten Sumbawa dengan Dompu, seperti di Desa Mata, Tolo Oi, dan beberapa desa lainnya.
Selain itu kata Sirajuddin, pemerintah Kabupaten Sumbawa juga telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi melalui dinas terkait terkait dengan penanganan kasus Anjing Gila tersebut.
Untuk penanganan oleh provinsi menurut Sirajuddin, dalam waktu dekat mereka juga akan segera turun lapangan, sementara bantuan untuk racun dan vaksi juga telah disampaikan juga akan segera diberikan.
“Kami sudah berkoodinasi dengan pemerintah provinsi, dan akan segera memberikan dukunga untuk mengantisipasi masalah ini,” ujarnya.
Untuk program pemusnahan anjing liar ini, menurut Sirajuddin, hal itu juga sudah disampaikan kepada masyarakat pada saat Musrembang, agar semua pihak terlibat untuk mengantisipasi masalah ini. “Sekarang ini kita fokus di seluruh desa yang ada di dua kecamatan perbatasan itu,” ujarnya.
Pada Senin mendatang katanya, akan turun tim besar kabupaten ke lokasi dan pada hari Selasa rencanaknya akan disusul tim Provinsi.
Diharapkan juga kata Sirajuddin selain anjing liar, anjing yang diperlihara oleh warga juga diharapkan dapat diikhlaskan untuk dimusnahkan mengingat masalah ini sangat serius untuk ditangani.
Sementara untuk vaksin lanjutnya, tidak hanya dilakukan terhadap korban juga terhadap petugas agar tidak terinfeksi. “Kita juga mengantisipasi agar petugas tidak terinveksi, mereka tidak boleh teledor,’ ujarnya
“Kami akan dibuntuti semua kemungkinan jalur tertularnya penyakit tersebut dengan melakukan antisipasi secara optimal,” demikian Sirajuddin.