KERJASAMA DINAS DIKNAS PRGRAM PAUD Sumbawa Sabet Dua Medal di Gebyar PAUD Tingkat Provinsi 2016

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Gebyar PAUD tingkat Provinsi NTB 2016 sukses digelar. Dari kompetisi tersebut, tim Sumbawa sukses menyabet dua medali. Yakni medali emas pada mata lomba Tari Kreasi dan medali perak pada mata lomba Menyanyi Solo putra.
Tari Kreasi digawangi Faiza Ulyanofa dari TK Islam Terpadu Insan Kamil Sumbawa. Sementara dua peserta lainnya yakni Satya Citra Rinjani dan Al Zena Alisa Verlita dari TK Pembina.
Sedangkan Menyanyi Solo putra digawangi Dwika Al Alim, murid dari TK Darma Wanita Pertiwi Langam Kecamatan Lape. “ Alhamdulilah kita berhasil dapat dua medali dari empat mata lomba yang dipertandingkan,” ungkap Kasi PAUD Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sumbawa, Mukhlis, S.Pd.
Bila dibandingkan dengan prestasi tahun 2015 lalu, prestasi tahun ini mengalami peningkatan. Tahun lalu tim Sumbawa, hanya menyumbang medali emas pada lomba Tari Kreasi, dan perunggu pada lomba Menggambar Bebas. Sementara tahun ini, Menggambar Bebas gagal juara. Namun di sisi lain berhasil menyabet perak pada mata lomba Menyanyi Solo putra.
Menurutnya, peningkatan prestasi disebabkan oleh adanya pembinaan rutin yang dilakukan oleh PAUD perwakilan. Ke depannya, pembinaan semacam ini dapat dipertahankan serta ditingkatkan lebih baik lagi. Tidak hanya di mata lomba tari kreasi, melainkan juga di mata lomba lainnya.
Sementara itu, penurunan prestasi pada lomba Menggambar Bebas disebabkan oleh minimnya waktu pembinaan. Pasalnya, informasi pelaksanaan Gebyar PAUD tingkat provinsi telat disampaikan ke kabupaten/kota.
Informasinya diterima dari panitia provinsi tanggal 31 Agustus. Sementara pelaksanaan lomba tanggal 8 September. “Jadi sempit waktu untuk persiapan pelaksanaan gebyar PAUD tingkat Kabupaten. Kemudian setelah gebyar tingkat kabupaten, hanya dua hari. Jadi tidak ada waktu lagi untuk pemantapan ke tingkat provinsi,” terangnya.
Seperti diketahui, pelaksanaan Gebyar PAUD tingkat Kabupaten digelar di GOR Mampis Rungan, Senin (5/9). Perwakilan diberangkatan ke Mataram pada Rabu (7/9). Sedangkan pelaksanaan lomba di tingkat provinsi digelar Kamis (8/9).
Mukhlis berharap tradisi lamban provinsi tidak terulang lagi di tahun mendatang. Agar peserta dari setiap kabupaten/kota dapat mempersiapkan diri dari jauh hari. Idealnya, kata dia, informasi pelaksanaan lomba dapat disampaikan sebulan sebelum pelaksanaan lomba.
Di samping itu, pria berkaca mata ini juga menyoal masalah tidak adanya tindak lanjut kegiatan bergengsi tingkat pelajar PAUD dan TK ini. Beberapa tahun terakhir, pelaksanaannya stag di tingkat provinsi.
Mestinya, kata dia, harus ada terusan hingga ke tingkat nasional. Jika saterusnya seperti ini, dikhawatirkan timbul kejenuhan. Dengan demikian, lembaga PAUD maupun TK bersangkutan menjadi tak lagi bersemangat dalam mengikuti lomba di tahun berikutnya. “Ini menarik, meskinya provinsi memikirkan tindak lanjut kegiatan sampai ke tingkat Nasional. Tiga tahun lalu ada tingkat Nasioanal. Tapi materi lombanya saja di kirim. Misalnya menyanyi solo, rekamannya dikirim. Pesertanya tidak. Sekarang sudah tidak ada lagi,” tandasnya.