Keseriusan DPR menyelesaikan RUU Minol Diragukan

RUU Minol hanya wacana hiburan sehingga DPR tetap punya panggung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), Lucius Karus, meragukan DPR serius menuntaskan RUU (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (Minol). Menurut dia, kerja DPR tahun ini dinilai sama dengan DPR periode sebelumnya.

“RUU Minol hanya akan menjadi wacana yang menghibur sehingga DPR masih memiliki panggung untuk menunjukkan eksistensinya,” kata Lucius kepada Republika, Senin (12/4).

Lucius juga tidak yakin RUU Prolegnas Minol berpeluang disentuh tahun ini meski resmi masuk dalam daftar Prolegnas Prioritas 2021. partai politik dan elit kekuasaan.

Menurutnya, RUU Minol bukan merupakan RUU yang berdampak langsung pada parpol atau elit penguasa. Dengan begitu, antusiasme untuk menyelesaikan tahun ini juga akan sangat lemah, apalagi RUU tersebut bukan lagi menjadi tanggung jawab Komisi VIII melainkan Baleg.

“Komisi VIII menyerah begitu saja, karena kerancuan substansi di dalamnya. Mudah-mudahan pergantian penanggung jawab ini menimbulkan cerita lain dari RUU Minol,” ujarnya.

Anggota DPR Baleg Sa’adudin Illiza Djamal mengatakan progres RUU Larangan Minuman Beralkohol (Minol) sedang berjalan. Ia mengatakan, saat ini telah dibentuk Panitia Kerja (Panja) RUU Larangan Minuman Beralkohol.

Ia yakin, setelah reses pembahasan RUU Larangan Minol akan dilakukan lebih intensif. Ia mengatakan, Baleg melalui para ahli Baleg telah mempresentasikan pentingnya RUU Larangan Minuman Beralkohol dan telah dibentuk Panitia Kerja (Panja).

“Semoga setelah masa reses kita bisa fokus membahas RUU Larangan Minuman Beralkohol,” kata Illiza, Senin (12/4).




Source