Ketua DPD minta polisi menindak pengedar narkoba Covid-19-19

Kelangkaan obat Covid-19 akibat oknum penimbun merupakan tindakan yang tidak baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta Polri terus menindak individu yang menimbun obat untuk perawatan pasien Covid-19.

“Apresiasi perlu diberikan kepada jajaran Polres Jakarta Barat yang bertindak cepat menelusuri kelangkaan obat untuk pasien Covid sehingga ditemukan indikasi penimbunan obat. Ini terbukti dari ribuan obat yang salah satu distributor sengaja disimpan. sehingga harganya bisa naik,” kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, Rabu. Jakarta, Selasa (13/7).

Polres Metro Jakarta Barat menggerebek lokasi penimbunan obat Covid-19 di sebuah ruko di kompleks pergudangan Kalideres, Jakarta Barat, Senin (12/7). Polisi melakukan razia di gudang milik PT ASA yang merupakan salah satu pengedar narkoba.

Salah satu jenis obat yang diduga ditimbun PT ASA adalah Azitromisin, obat yang biasa digunakan untuk merawat pasien corona. Selain itu, polisi juga menemukan obat lain yang diduga ditimbun di gudang, antara lain Paracetamol dan Dexamethasone.

“Walaupun obat-obatan tersebut saat ini dibutuhkan untuk pengobatan pasien Covid-19, namun ditimbun secara jahat sehingga langka sehingga bisa mendapatkan manfaat lebih dalam kondisi sulit seperti sekarang ini,” kata LaNyalla.

LaNyalla mengaku belakangan ini terjadi kelangkaan obat terapeutik Covid-19 di pasaran. Akibat kelangkaan tersebut, tak sedikit pasien Covid-19 yang akhirnya tidak tertolong. “Ini Baik sangat buruk,” kata LaNyalla.

Dari pemeriksaan awal polisi, diketahui narkoba itu akan diedarkan ke berbagai wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), serta kota-kota lain di Pulau Jawa. Penyelidikan juga menemukan bahwa distributor menjual Azitromisin 500 mg dengan harga dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET).

sumber: antara



https://www.republika.co.id/berita/qw6ucu423/ketua-dpd-minta-polri-tindak-oknum-penimbun-obat-covid19