Ketua DPD RI Dorong Penyuluh Pertanian Tingkatkan Kapasitas Adaptasi Mandiri Teknologi Digital

    TRIBUNNEWS.COM – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta penyuluh pertanian terus meningkatkan kapasitasnya untuk beradaptasi dengan teknologi digital. Pasalnya, saat ini instansi pertanian memiliki Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) yang terkoneksi secara digital dengan Kementerian Pertanian.

    Mantan Ketua PSSI ini menilai saat ini penyuluh pertanian dituntut untuk menguasai dan mampu menggunakan teknologi digital untuk memudahkan peningkatan produksi dan efisiensi kegiatan pertanian, khususnya komoditas pangan.

    “Saat ini dinas pertanian sudah menggunakan Simluhtan terkoneksi digital yang harus dikuasai oleh penyuluh. Jadi, penguasaan teknologi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari,” kata LaNyalla dalam keterangan resminya, Kamis (8/4/2021).

    Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu melanjutkan, penyuluh merupakan ujung tombak para pejuang kemajuan pangan.

    “Jadi sudah selayaknya mengenal teknologi digital untuk memudahkan kinerja. Saya mendorong penyuluh untuk terus meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya karena kualitas sumber daya manusia akan berbanding lurus dengan produktivitas,” ujar alumnus Universitas Brawijaya Malang ini. .

    Lebih lanjut, Senator Daerah Pemilihan Jawa Timur mengingatkan kita bahwa pertanian kita sudah mulai bertransformasi dari pola tradisional ke sistem modern.

    “Sistem pertanian modern bercirikan pemanfaatan teknologi. Apalagi di era industri 4.0 hampir semua sektor terkoneksi dengan digitalisasi. Jadi penyuluh harus menguasai teknologi,” kata LaNyalla.

    Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta penyuluh pertanian yang berstatus Pegawai Negeri Sipil Perjanjian Kerja (PPPK) beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Pasalnya, pemanfaatan teknologi digital saat ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan produksi dan efisiensi kegiatan pertanian khususnya komoditas pangan.

    Syahrul mengatakan saat ini mengelola pertanian bisa dilakukan melalui telepon seluler. Teknologi Artificial Intelligence (AI) dan fasilitas pencitraan satelit yang telah disediakan pemerintah harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh penyuluh pertanian.

    Pemerintah pusat akan mengontrol kegiatan pertanian melalui Ruang Perang Pertanian (AWR) sehingga segala kendala teknis di berbagai daerah dapat segera ditangani.




    Source