Ketua DPD RI: Pemerintah Perlu Teliti dan Kembangkan Kekayaan Tambang LTJ

    TRIBUNNEWS.COM – Bumi Indonesia diyakini menyimpan “harta karun” yang belum berkembang yang disebut logam tanah jarang (LTJ) atau Elemen Tanah Langka. Namun, Indonesia belum memiliki data yang lengkap mengenai total sumber daya logam tanah jarang tersebut.

    Untuk itu, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah mengkaji lebih lanjut keberadaan komoditas tersebut agar bermanfaat bagi kemajuan negara.

    “Kita semua percaya dan percaya bahwa kekayaan alam Indonesia melimpah. Tidak hanya komoditas tambang seperti nikel, emas, tembaga, batu bara, dan timah, tetapi juga potensi logam tanah jarang yang belum banyak tergali. pemerintah untuk melakukan penelitian lebih mendalam karena kami masih minim penelitian tentang LTJ ini,” kata LaNyalla, Kamis (26/8/2021).

    Menurut LaNyalla, sumber daya logam tanah jarang sangat dicari. Karena LTJ banyak digunakan sebagai komponen untuk berbagai produk, termasuk baterai, ponsel, komputer dan industri elektronik.

    Logam ini juga berguna untuk bahan pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB). Serta bahan baku lainnya untuk industri pertahanan hingga kendaraan listrik.

    “Penelitian perlu dilakukan untuk melihat potensi jumlah kandungan LTJ di Indonesia. Dari situ, kita dapat mengidentifikasi kemungkinan pengembangannya sehingga kita memiliki sumber pasokan pertambangan untuk kepentingan industri nasional,” kata Senator dari Jawa Timur.

    LaNyalla menambahkan, Indonesia akan sangat diuntungkan jika ikut mengembangkan potensi logam ini. Prospek ke depan sangat baik karena mendukung perkembangan teknologi tinggi dan teknologi alternatif.

    “Saatnya pemerintah membuat peta jalan industri pertambangan LTJ sehingga peta prioritas eksplorasi, eksploitasi dan terutama target investasi dapat dipetakan,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

    Berdasarkan buku ‘Potensi Logam Tanah Langka di Indonesia’ oleh Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2019, sumber daya tanah jarang yang telah dipelajari sering ditemukan di lokasi yang kaya akan sumber daya timah. seperti di Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat bagian selatan.

    Selain itu, di beberapa daerah seperti Parmonangan, Tapanuli, Sumatera Utara, Ketapang, Kalimantan Barat, Taan, Sulawesi Barat, dan Banggai, Sulawesi Tengah.



    https://www.tribunnews.com/dpd-ri/2021/08/26/ketua-dpd-ri-pemerintah-perlu-meneliti-dan-mengembangkan-kekayaan-tambang-ltj