Ketua DPR RI: Menara Gading di Perguruan Tinggi Harus Ditinggalkan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dr. (HC) Puan Maharani S.Sos., hadir dan menyampaikan keynote speech pada rangkaian webinar Majelis Wali Amanat (MWA) Seri ke-3 Universitas Indonesia (UI) dengan tema “Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan”. Acara ini disiarkan di channel Youtube Universitas Indonesia dan UI TV. Pada Webinar MWA UI Seri I bertema “Tantangan dan Strategi Sektor Keuangan untuk Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional” dan Webinar Seri II MWA UI bertema “Pentingnya Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan dalam Memerangi Covid-19, ” webinar ini mendapat respon positif.

Dalam paparannya, Puan menyampaikan bahwa kondisi menara gading dalam dunia pendidikan Indonesia sudah tidak bisa dipertahankan lagi karena membuat peserta didik tidak adaptif dengan perkembangan zaman. “Menara gading adalah suatu kondisi di mana pendidikan menjadi tempat seseorang belajar sambil terpisah dari masyarakat, dan setelah selesai ia kembali ke masyarakat, tanpa memahami pesatnya perubahan yang terjadi di luar kampus,” jelasnya. Kampus kemudian hanya menjadi pabrik gelar akademik, dan membuat mahasiswanya kekurangan keterampilan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, salah satu gelombang perubahan yang harus dihadapi generasi sekarang adalah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Pengembangan robotika, kecerdasan buatan, blockchain, mata uang kripto, dan algoritma kesadaran adalah beberapa hal yang harus dipelajari generasi saat ini untuk menambah kemampuan masa depan mereka. Untuk itu, pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi suatu keharusan.

Tantangan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi yang dihadapi generasi mendatang juga diamini oleh Prof. Ari Kuncoro SE, MA, Ph.D. “Kegagalan penguasaan teknologi menyebabkan bangsa kita rentan terhadap serbuan berita bohong atau hoax. Selain itu, gagap teknologi juga berkorelasi dengan lahirnya kemiskinan di bidang literasi informasi. Di sinilah pendidikan jelas mengemban tanggung jawab utama,” ujarnya dalam sambutannya.

Untuk mengembangkan pendidikan yang adaptif terhadap teknologi, tentunya membutuhkan komitmen dan investasi dari semua pihak, termasuk DPR RI sebagai lembaga legislatif yang mengemban fungsi pengawasan alokasi anggaran negara. Menurut dia, alokasi anggaran untuk dana pendidikan negara terus meningkat dari tahun ke tahun pada periode 2010-2020. Padahal, sejak 2009 alokasi anggaran pendidikan telah memenuhi batas minimal 20% sebagaimana diatur dalam UU Sisdiknas. Ia berharap alokasi anggaran yang besar ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pemerintah untuk pendidikan yang adil dan merata.

Dengan mengusung tema “Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan”, seminar ini berusaha menjawab persoalan krusial dalam dunia pendidikan. “Webinar MWA seri ke-3 kali ini fokus pada pendidikan. Isu yang diangkat tidak hanya tentang pembentukan intelijen, tetapi juga tentang apa yang perlu dilakukan agar lembaga pendidikan dapat berbagi tugas mencerdaskan bangsa Indonesia dengan pemangku kepentingan lainnya, seperti industri, masyarakat, ormas dan lembaga pemerintah atau swasta, ujar Ketua MWA UI Saleh Husin SE, MSi.

Selain mengundang Puan Maharani, pada sesi kedua Webinar Seri 3 ini juga hadir pembicara lain yaitu Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim, BA, MBA, member of Dewan Pembina UI dan CEO Blue Bird Dr. (HC) Noni Purnomo, B.Eng., MBA, Randy Jusuf (Managing Director, Google Indonesia), dan Wakil Rektor UI Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. rer .nat. Abdul Haris. Sesi kedua keynote speech dibawakan oleh moderator Corina DS Riantoputra PhD., dan presentasi panelis dipandu oleh Don Bosco Selamun, Presiden Direktur Metro TV.



https://www.tribunnews.com/pendidikan/2021/06/03/ketua-dpr-ri-menara-gading-di-perguruan-tinggi-harus-ditinggalkan