Ketua Komjak Kaget Sesjamdatun dicopot dalam kasus tersangka makelar

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komjak Barita Simanjuntak mengaku terkejut karena Sekretaris Jenderal Jaksa Agung Sipil dan Administrasi Negara (Sesjamdatun) Chaerul Amir dicopot setelah diduga terlibat makelar kasus.

    Pasalnya, menurut Barita, tidak pernah ada pengaduan atau laporan dari masyarakat terhadap Chaerul Amir terkait kinerjanya sebagai anggota korps Adhyaksa.

    “Karena kasus ini sudah banyak diberitakan, kami sedikit kaget, apalagi yang kami ketahui selama ini yang bersangkutan belum ada catatan atau laporan pengaduannya kepada kami,” kata Barita saat dikonfirmasi, Senin (3/5 / 2021).

    Baca juga: Sesjamdatun diberhentikan oleh Jaksa Agung setelah diduga terlibat dalam kasus makelar kasus

    Namun, kata Barita, Komjak sudah berkoordinasi dengan pengawasan internal Kejaksaan Agung melalui Wakil Jaksa Agung Bidang Pengawasan untuk klarifikasi dan pengecekan kebenaran informasi tersebut.

    Lebih lanjut, Jamwas menyampaikan setiap perkembangan pengawasan dan pemeriksaan perkara ini termasuk melaksanakan tugas pemeriksaan dan pendataan informasi dari pihak terkait, ucapnya.

    Menurut dia, finalisasi penyidikan yang dilakukan Jamwas adalah menemukan dugaan penyalahgunaan wewenang dan Kejaksaan Agung kemudian mengeluarkan keputusan berupa pemberhentian.

    “Tentunya kami mengapresiasi kinerja dan respon cepat pengawasan terhadap tugas dan kesimpulan pengawasan serta keputusan yang telah dibuat karena menurut kami segala bentuk disiplin dan penegakan kode penting dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa penegakan hukum dilakukan dengan kejaksaan berjalan secara konsisten, ”jelasnya.

    Baca juga: Jaksa Agung Delegasikan Sembilan Berkas Kasus Tahap I Kasus Asabri

    Lebih lanjut, Barita juga menyampaikan apresiasi kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin yang dinilai tegas dan konsisten sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Korps Adhyaksa tetap terjaga.

    “Sebagai lembaga yang terus meningkatkan kualitas kinerjanya selalu perlu menata dan mengevaluasi sistem yang lebih baik, sehingga apa yang dikatakan Jaksa Agung adalah toleransi nol terhadap pelanggaran dapat terwujud melalui internal yang lebih baik dan akuntabel. sistem kendali, “katanya.

    Selanjutnya, Komjak juga akan terus memantau dan menunggu perkembangan kasus tersebut.




    Source