Ketua MPR Apresiasi Penyelesaian Sengketa GKI Yasmin Bogor

Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung langkah Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menyumbangkan lahan seluas 1.668 meter persegi untuk pembangunan rumah ibadah jemaah GKI Yasmin.

Tanah hibah Pemerintah Kota Bogor ini terletak di Jalan Abdullah Bin Nuh, Cilendek Barat, Bogor, atau hanya sekitar 1 kilometer dari lokasi tanah milik GKI Yasmin yang selama 15 tahun terus menjadi sengketa di masyarakat. .

Penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah tanah telah dilakukan langsung oleh Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, kepada Ketua Majelis Jemaat GKI, MK Bogor, Krisdianto, di halaman PN GKI Bogor, Desa Pabaton, Kabupaten Bogor Tengah, Minggu (13/6/2021).

Penyerahan lahan tersebut disaksikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor KH Mustofa Abdullah bin Nuh, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor Hasbullah, Juru Bicara Tim 7 GKI Yasmin Arif Zumawa, Ketua Umum PGIS Torang Panenti Panjaitan, Danrem 061 /Suryakencana, Brigjen Achmad Fauzi, Kapolres Bogor Kota, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, dan Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf. Roby Bulan.

“Masyarakat di sekitar lokasi tanah hibah juga mendukung pembangunan rumah ibadah jemaah GKI Yasmin. Oleh karena itu, jika secara internal GKI Yasmin masih ada pihak yang belum bisa menerima hasil ini, harusnya bisa membuka hati untuk memahami kondisi sosial budaya masyarakat,” kata Bamsoet saat ditemui Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Manajemen: Dua Walikota dan 2 Presiden Gagal Selesaikan Kasus GKI Yasmin

Bamsoet tidak ingin solusi terbaik menjadi sia-sia dan berujung pada sengketa pembangunan rumah ibadah yang pada akhirnya justru merugikan jemaah GKI Yasmin itu sendiri, sekaligus merugikan bangsa Indonesia.

“Selama 15 tahun terakhir, sengketa GKI Yasmin menjadi perhatian internasional,” katanya.

Ketua DPR RI ke-20 menjelaskan, Pemkot Bogor juga berupaya membeli lokasi tanah sengketa milik GKI Yasmin seluas kurang lebih 1.400 meter persegi, baik Pemkot Bogor sendiri maupun melalui gotong royong dari berbagai pihak.

Baca juga: Menag: Hibah Tanah GKI Yasmin Solusi Jemaat

Nantinya, di lokasi lahan tersebut bisa dibangun miniatur tempat ibadah berbagai pemeluk agama.

“Ini akan menjadi monumen sekaligus simbol kerukunan umat beragama di Indonesia. Sehingga dapat menghilangkan perselisihan yang terjadi selama 15 tahun terakhir,” jelas Bamsoet.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, pemerintah Kota Bogor telah melalui banyak proses dalam penyelesaian sengketa GKI Yasmin.

Setidaknya 30 pertemuan formal dan lebih dari 100 pertemuan informal diadakan untuk mencari penyelesaian konflik. Pemberian hibah tanah dari Pemerintah Kota Bogor merupakan bukti komitmen Pemerintah Kota Bogor untuk memastikan hak beribadah seluruh warga, tanpa kecuali, dapat terpenuhi.

Sekaligus menjadi bukti bahwa negara ada untuk menjamin hak-hak yang harus diperoleh seluruh jemaah GKI Yasmin.

“Proses hibah tanah tidak akan mungkin terlaksana tanpa dukungan warga di Desa Cilendek Barat, serta dukungan dan kerja keras seluruh elemen Forkopimda Kota Bogor. Kata kuncinya saling menghormati, menjaga kesejukan dan kekeluargaan. Karena perdamaian tidak bisa dicapai dengan paksaan dan saling menghakimi. Perdamaian hanya bisa dibangun dengan persamaan dan saling pengertian,” kata Bima Arya.



https://www.tribunnews.com/nasional/2021/06/23/ketua-mpr-apresiasi-penyelesaian-sengketa-gki-yasmin-bogor