Ketua MPR: #DiRumahAja Adalah Ibadah Menghindari COVID-19

Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah telah menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) dari 3 hingga 20 Juli.

Langkah kebijakan PPKM Darurat merupakan upaya menekan laju peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang akhir-akhir ini sangat signifikan.

Namun, menurut Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani, ada cara yang tak kalah penting dalam upaya menekan laju peningkatan COVID-19, yaitu dengan meningkatkan ibadah spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.

Meningkatkan spiritualitas dengan ibadah sejalan dengan peningkatan keimanan dan kekebalan seseorang.

“Sebagai bangsa yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan kerohanian kita kepada Tuhan itu penting bagi seseorang agar iman kita menjadi kuat, karena dapat memperkuat kekebalan. Sehingga kita bisa terjaga dan terlindungi dari bahaya covid 19,” kata Muzani. , dalam keterangannya, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS Corona Update 8 Juli 2021: 38.391 Kasus Baru, Total Infeksi 2.417.788

“Karena, dalam situasi seperti ini, selain mematuhi protokol kesehatan dan aturan PPKM Darurat, dibutuhkan kesabaran ekstra bagi semua pihak untuk bisa menahan diri untuk tidak beraktivitas di luar rumah. spiritualitas ibadah kita kepada Allah SWT,” imbuhnya. .

Menurut Muzani, dalam situasi pandemi Covid yang semakin meningkat ini, diperlukan kesabaran dan kesadaran sosial yang tinggi.

Setiap individu juga harus menyadari bahwa berdiam diri di rumah (#DiRumahAja) juga merupakan salah satu bentuk ibadah untuk menghindari covid 19.

“Saat ini kita membutuhkan kesabaran dan kesadaran sosial yang kuat. Agar kesabaran dan kepedulian sosial itu bermakna dan bermanfaat, setiap orang harus menyadari bahwa tidak melakukan aktivitas di luar rumah atau #DiRumahAja adalah bentuk ibadah agar kita terhindar dari penyakit,” jelas Sekda. Jenderal Partai Gerindra. bahwa.



https://www.tribunnews.com/corona/2021/07/09/pimpinan-mpr-dirumahaja-merupakan-ibadah-agar-terhindar-dari-covid-19