Keuntungan Mata Uang Lokal dalam Perdagangan Bilateral

    Mata uang lokal untuk mengurangi volatilitas rupiah

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Penggunaan mata uang lokal atau penyelesaian mata uang lokal (LCS) dalam perdagangan bilateral, khususnya kawasan ASEAN, sedang digencarkan oleh Bank Indonesia (BI).

    Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

    Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai dampak penerapan LCS akan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. LCS juga untuk mengurangi volatilitas rupiah.

    “Meskipun sentimen pasar, kami berharap penggunaan LCS dapat mengurangi ketergantungan pada dolar dan mendorong rupiah untuk tetap berada di level fundamentalnya,” katanya saat media diiscussion Infobank Talk News berjudul ‘Dampak Ekspansi Pelaksanaan Setelmen Mata Uang Lokal, Bagaimana Nasib Rupiah?’ seperti dikutip Jumat (24/9).

    Saat ini ada empat negara yang telah menerapkan LCS dengan Indonesia, yaitu Bank Sentral Jepang, Malaysia dan Thailand, Bank Sentral China atau People’s Bank of China (PBoC).

    LCS merupakan upaya Bank Indonesia untuk meninggalkan dominasi dolar AS dalam transaksi perdagangan dan investasi.

    Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengatakan pihaknya juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia untuk menerapkan penyelesaian mata uang lokal ini.

    Menurutnya, penerapan LCS juga akan memperkuat perekonomian Indonesia. “Bergantung pada dolar AS yang terus menurun dalam perdagangan internasional, tentu akan berdampak pada perekonomian domestik. Sehingga perekonomian nasional akan lebih kuat,” ujarnya.

    Menurutnya, langkah yang diambil Bank Indonesia juga sejalan dengan koordinasi antara Badan Pengawas Bank Indonesia (BSBI) yang merupakan perwakilan DPR dalam mengawasi lembaga independen tersebut.

    Adapun transparansi Badan Pengawasan dalam berkoordinasi dan berdiskusi dengan DPR telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang dinilai mampu mengatasi permasalahan ekonomi.

    “Ketika kita mengetahui kebijakan Bank Indonesia dan memberikan masukan, BSBI menjadikannya sebagai bahan untuk disampaikan kepada Bank Indonesia dalam hal kebijakan ke depan. Badan Pengawas memberikan manfaat yang ideal dan memadai dari sisi academic literate, policy literate, dan macro economy literate, ” dia berkata. .

    Direktur Eksekutif Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia Doddy Zulverdi mengatakan transaksi bilateral dengan mata uang lokal ini bukan merupakan keharusan bagi pelaku usaha. Namun, pemerintah sedang merumuskan insentif bagi pelaku usaha yang menerapkan LCS.

    “Kami juga berusaha bersinergi dengan pemerintah. Kami sudah ada kesepakatan, saat ini pemerintah sedang mengkaji untuk membantu memberikan insentif bagi pelaku ekonomi yang menggunakan LCS,” ujarnya.



    https://www.republika.co.id/berita/qzxp5m320/keuntungan-mata-uang-lokal-dalam-perdagangan-bilateral