Keutamaan Al Baqarah dan Ali Imran yang Disebut Rasulullah

Surah Al Baqarah dan Ali Imran memiliki sejumlah keutamaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Surah Al Baqarah sebagai punuk (puncak) Al-Qur’an memiliki 286 ayat di dalamnya.

Rasulullah SAW menasehati umatnya untuk mempelajarinya agar mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat. Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir mengutip sebuah sejarah.

ال الإمام : ا ا اجر الله ال : السا النبي لى الله ليه لم : الا ال: اعة, ال: لموا ال, ل عمران, ا اا, الاان, الاان اف, القرآن لقى احبه القيامة الرجل الشاحب, ل له : ل ل : ا . ل : ا ا القرآن الذي الهواجر ليلك ل اجر اء ارته اليوم اء ل ارة . الملك الخلد اله لى اج الوقار الداه لتين لا لهما ل الدنيا لان : ا ا ال : لدكما القرآن ال : اقرأ اصعد الجنة ا ا ا ا لا

Imam Ahmad telah menceritakan kepada kami Abu Na’im, yaitu Bishr bin Muhajir, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya yang meriwayatkan, ketika ia berada di hadapan Nabi SAW, ia mendengar Nabi berkata, “Pelajarilah surat Al Baqarah, karena sesungguhnya mengambil Surah Al Baqarah membawa berkah, dan meninggalkannya menimbulkan penyesalan, dan sihir tidak dapat mengenai pemiliknya.”

Nabi (SAW) terdiam sejenak, lalu berkata lagi, “Pelajari surat Al Baqarah dan Surat Ali Imran, sebenarnya kedua surat ini adalah zahrawani (dua huruf yang bersinar) yang akan menaungi pemiliknya di hari kiamat, sebagaimana jika mereka seperti dua awan atau dua warna atau dua sekawanan besar burung yang terbang dalam satu garis (menaungi itu).

Sesungguhnya Al-Qur’an akan menemui pemiliknya pada hari kiamat ketika kubur terbelah. Al-Qur’an menjelma sebagai manusia, lalu berkata kepada pemiliknya, “Apakah Anda mengenal saya?” Dia menjawab, “Aku tidak mengenalmu.” Alquran mengatakan. “Aku adalah temanmu yang membuatmu haus di siang hari dan membuatmu terjaga di malam hari.”

Sesungguhnya setiap pedagang mendapat untung dari perdagangannya, dan sesungguhnya kamu sekarang mendapat untung dari semua perdagangan.”

Kemudian dia diberikan kerajaan di sebelah kanannya dan diberikan keabadian di sebelah kirinya, diletakkan di kepalanya mahkota keagungan, dan orang tuanya diberi perhiasan yang jauh lebih berharga daripada apa pun di dunia.

Kemudian orang tuanya bertanya, “Mengapa kami berdua diberi pakaian ini?” Lalu menjawab, “Karena anakmu hafal Al-Qur’an.” Kemudian dikatakan, “Baca dan naiklah ke tangga surga dan ketahuilah!” Dia masih terus mengendarainya sambil membacanya atau membacanya.tartil– Baik.

Ibnu Majah meriwayatkan melalui hadits Bishr bin al-Muhajir beberapa hadits di atas. Hadits ini berpredikat hasan dengan syarat Imam Muslim, mengingat Bishr yang hadisnya juga dikemukakan oleh Imam Muslim dan dinilai siqah oleh Ibnu Mu’in. Imam Nasai mengatakan bahwa hadits Bishr dapat dijadikan sebagai hujah.

Namun, Imam Ahmad mengatakan bahwa hadits yang diriwayatkan oleh Bishr itu berpredikat jahat. “Awalnya saya menggunakan hadits, namun ternyata hadits tersebut membawa hal yang mengejutkan,” tulis Ibnu Katsir.



https://www.republika.co.id/berita/qu0cnx320/keutamaan-al-baqarah-dan-ali-imran-yang-disebut-rasulullah