Khazanah Ramadan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam hukum Islam, puasa didasarkan pada sumber-sumber di atas, yaitu Alquran sebagai sumber utama, As-Sunnah An-Nabawiyah, dan juga Ijma ‘(musyawarah) seluruh ulama. Sebelum wajib puasa Ramadhan, Rasulullah SAW dan kawan-kawan sudah mendapat perintah untuk berpuasa.

Diantaranya adalah puasa tiga hari setiap bulan dan puasa pada tanggal 10 Muharram (Asyura ‘), kata Ustadz Ahmad Sarwat Lc. MA dalam bukunya “The History of Fasting”

Rasulullah SAW berpuasa tiga hari dalam setiap bulan dan dia berpuasa pada hari Asyura. (HR Abu Daud). Kemudian datanglah ayat yang memerintahkannya untuk melakukan puasa fardhu hanya di bulan Ramadhan.

Sehingga semua puasa yang sudah ada tidak lagi wajib, tetapi posisinya menjadi sunnah. Dia telah berpuasa sebelum Ramadhan selama 17 bulan. Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan ditetapkan pada tanggal 10 Sya’ban tahun kedua setelah Nabi hijrah ke Madinah.

“Waktunya kira-kira setelah perintah pindah kiblat dari Masjid Al Aqsa ke Masjid Al Haram diturunkan,” ujarnya.

Sejak itu, kata Ustadz Ahmad Sarwat Rasulullah SAW, ia menjalankan puasa Ramadhan hingga sembilan kali dalam sembilan tahun akhir hayatnya. An-Nawawi (w. 676 H) menulis dalam bukunya AlMajmu ‘Syarah Al sebagai berikut: Rasulullah SAW berpuasa Ramadhan selama 9 tahun.

Karena puasa Ramadhan wajib di bulan Sya’ban di tahun kedua hijriyah, maka dia SAW wafat di bulan Rabi’ul Awwal di tahun kesebelas Hijriyah. Kewajiban puasa Ramadhan didasarkan pada Alquran, As-Sunnah dan Ijma.

Allah mewajibkan umat Islam untuk berpuasa di bulan Ramadhan dalam Al-Quran Al-Karim. Dasar Al-Baqarah 183 yang artinya:

“Wahai orang yang beriman, wajib bagimu untuk berpuasa seperti yang diwajibkan bagi orang-orang di hadapanmu agar kamu bertaqwa.”

Dan juga ayat 185. “Siapa di antara kamu yang menyaksikan bulan (Ramadhan), lalu berpuasa.”

Puasa Ramadhan adalah bagian dari lima rukun Islam. Oleh karena itu, menolak kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan termasuk mengingkari rukun Islam.

“Dan penolakan salah satu rukun Islam akan mengakibatkan pembatalan Islam seseorang,” katanya.




Source