Khazanah Ramadan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BENI SUEF – Ramadhan merupakan bulan istimewa yang kerap membawa berkah bagi umat Islam. Tak terkecuali bagi wanita muslim paruh baya asal Mesir, Nur Al-Sabah Muhammad (58 tahun) yang berprofesi sebagai tukang roti.

Dilaporkan pada Berita Arab, Kamis (22/4), bagi Nour Al-Sabah Muhammad dan kru bakery-nya, bisnis sibuk di bulan suci Ramadhan. Para wanita bepergian dengan kereta api ke Kairo untuk menjual roti buatan sendiri yang ditumpuk tinggi di atas nampan logam, serta telur, sayuran, dan keju.

Roti tersebut diproduksi oleh tetangga di sebuah desa pertanian dekat kota Beni Suef, sekitar 150 kilometer (90 mil) selatan Kairo. Selama Ramadhan, saat umat Islam berpuasa, mereka biasanya menikmati makan bersama keluarga besar mereka.

Jadi sebelum matahari terbit, para wanita menjajakan roti. Putri dan menantu laki-laki Noer Al-Sabah Mohammed melakukan perjalanan kereta dua setengah jam ke Kairo dua kali seminggu untuk berdagang. Ia berjualan roti dari warung-warung di pinggir jalan yang mereka tempati selama lima tahun terakhir.

Mereka berangkat pukul 10 malam, meninggalkan anak-anak mereka di desa dan kembali keesokan malamnya setelah barang dagangan terjual habis. Kemudian mereka kembali ke Beni Suef dan membagikan pendapatan kepada produsen lain, yang masing-masing menghasilkan sekitar 30 pound Mesir, atau sekitar 1,91 dolar AS.

Jumlah itu berasal dari penjualan 15 kilogram roti baru-baru ini, bersama dengan produk lainnya. “Dengan cara ini kami bekerja keras untuk hidup kami dan kami membuat satu sama lain lebih kuat, membantu perekonomian keluarga. Ini adalah berkah Ramadhan, ”kata menantu Muhammad, Noura Hassan.




Source