Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bulan suci Ramadhan merupakan bulan berbagi. Pahala ibadah selama Ramadhan akan berlipat ganda, termasuk dengan bersedekah.

    Amal memiliki sejumlah keutamaan, tidak hanya bagi penerimanya, tetapi juga bagi mereka yang menyisihkan hartanya. Orang yang bersedekah akan selalu merasa tenang dalam hatinya. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19, banyak orang yang membutuhkan pertolongan.

    Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Pusat (MUI), KH Ahmad Zubaidi mengatakan sharing ini akan sangat membantu kalian yang saat ini sedang mengalami ketimpangan ekonomi. Dampak Covid-19 telah membuat kondisi ekonomi masyarakat semakin terpuruk.

    “Rasulullah orang yang paling dermawan, kita harus mencontohnya. Banyak donasi, sedekah, tepatnya untuk zakat dan wakaf,” kata Ahmad.

    Ahmad menuturkan, zakat, sedekah dan sedekah (ziswaf) bisa segera terpenuhi. Ini untuk membantu mereka yang tidak mampu, baik karena dampak Covid-19 atau tidak.

    Selain itu, ada ancaman bagi mereka yang bisa bersedekah tapi enggan berbagi. Ahmad mengatakan mereka yang mampu tetapi enggan berbagi akan didoakan oleh bidadari agar hartanya dimusnahkan.

    Dalam sebuah hadits disebutkan, “Setiap pagi, dua malaikat turun untuk menemani seorang hamba. Yang satu berdoa: Ya Tuhan! Berikan santunan kepada dermawan yang menyumbangkan hartanya. Dan yang lainnya berkata: Ya Tuhan! Hancurkan harta benda para bhikkhu (Bukhari) dan Muslim).

    “Para bidadari turun dan mendoakan agar yang berdonasi diberikan santunan yang lebih baik, sebaliknya yang pelit didoakan agar hartanya dimusnahkan. Ini sahih. Sungguh berarti bersedekah sepanjang hari, untuk mendoakan umat sepanjang hari. Sehari-hari akan didoakan, kalau tidak hartanya bisa dimusnahkan, ”kata Ahmad.

    Dijelaskannya, setiap kelebihan harta yang diberikan kepada seorang hamba, ada hak orang lain yang harus dipenuhi. Berinfak juga tidak hanya sekedar mentaati perintah, tapi juga mencapai keutamaannya.

    Dalam Surah Ali Imran ayat 92 disebutkan, “Kamu tidak akan pernah mencapai kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu menginvestasikan sebagian dari kekayaan yang kamu cintai. Dan apa yang kamu berikan, maka Allah tahu.”

    “Allah berfirman Anda tidak akan mencapai kebaikan jika tidak memberikan donasi, dan dari apa yang kami cintai. Jangan hanya memikirkan Covid-19, kami berlindung dengan mengatakan bahwa Anda tidak bisa mendapatkan donasi karena terkena Covid- 19. Dalam situasi ini kita peduli, kita bermasalah. Bukan berarti tidak memperhatikan orang lain, ”ujarnya.

    Ahmad mengungkapkan seseorang yang berhati-hati, ciri khasnya adalah akan memberikan donasi baik di lapangan maupun dalam kondisi yang sempit. Dan jangan sampai terbentuk, karena sulit, jadi mereka enggan berbagi.

    Menurut Ahmad, berdonasi tidak hanya melalui harta, tapi juga tenaga dan pikiran. Bahkan mengatakan hal-hal yang baik kepada orang lain juga merupakan sedekah.

    “Biarlah umat Islam di bulan Ramadhan penuh berkah, perbanyak pahala, perbanyak sedekah. Mari kita bayar zakat khususnya zakat mal, sebagai tanda ketaatan dan kepedulian terhadap sesama saudara sesama muslim. manifestasi.
    takwa kepada Allah, “kata Ahmad.

    Sementara itu, Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat dan Ketua Badan Zakat Nasional (Baznas), Noor Achmad mengatakan berbagi kepada sesama bisa dilakukan dalam bentuk apapun, baik rezeki, ilmu dan lain-lain. Berbagi tidak memandang kaya atau miskin.

    “Yang kaya berbagi dengan yang miskin, semangat Ramadhan kita mendapat pahala yang besar, itu pasti didapat tergantung kemampuan kita masing-masing. Kita mau berbagi baik atau buruk, kaya atau miskin, kita wajib tetap memberi bagian dari aset kita yang berhak, “katanya Noor.

    Noor mengatakan di dalam al-Qur’an dengan jelas disebutkan bahwa ciri orang shaleh adalah mereka yang mampu berdonasi pada saat senang atau susah. Manusia juga harus bisa berbagi kapanpun waktunya.

    Ia melanjutkan, Allah Ta’ala sudah mengingatkannya dalam banyak surat terkait harta benda, ada hak Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu hak orang yang tidak memiliki tanah. Artinya, dalam aset beberapa orang terdapat aset yang dipercayakan kepada yang berhak.

    Kata Noor, dengan saling berbagi akan tercipta keharmonisan di bidang ekonomi. Ini juga agar kekayaan tidak terkumpul hanya pada orang kaya.

    Yang penting berbagi untuk menciptakan harmoni. Ada yang kaya dan ada yang miskin, tidak mungkin semuanya kaya, yang diharapkan bisa menyeimbangkan hidup, ”ujarnya.

    Noor pun mengajak umat Islam untuk berbagi di bulan Ramadhan, pahala akan berlipat ganda, tidak hanya 10 atau 100, tapi tanpa batas. Menurut Noor, jika Allah Ta’ala mengatakan puasa adalah untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka otomatis segala sesuatu yang dilakukan adalah sesajen yang istimewa.

    Rasulullah tegaskan bahwa mereka yang berpuasa mendapatkan dua kebahagiaan saat berbuka puasa dan bertemu dengan Tuhan. Engkau dapat bertemu dengan Tuhan kapan saja, bukan ketika mati, hiduplah untuk bertemu dengan Tuhan. Puasa adalah seseorang yang dekat dengan Allah, kita harus berusaha untuk sucikan diri kita, mudah-mudahan kita mau. tetap dekat, ”kata Noor.




    Source