Khazanah Ramadan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Juru bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi mengklarifikasi pernyataan sebelumnya yang menyebutkan Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta dispensasi mahasiswa untuk mudik lebaran. Masduki menegaskan, gagasan memfasilitasi pemulangan santri dari pesantren itu bukan dari Wakil Presiden.

Menurut dia, Wapres hanya mendapat informasi pengaduan dari sejumlah ulama pesantren yang santri khawatir tak bisa pulang karena dilarang mudik.

“Jadi ide ini bukan dari wakil presiden, tapi wakil presiden menanggapi ulama-ulama pesantren yang khawatir santri tidak terhalang di jalan,” kata Masduki dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/9). 4).

Masduki juga menjelaskan, permohonan dispensasi tersebut juga merupakan usulan dari Pengurus Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah mendapat pengaduan dari ulama yang memimpin pesantren. Itu pun, kata Masduki, usulan dispensasi itu diajukan ke Wakil Presiden melalui dirinya.

“Tapi itu usul PBNU, setelah PBNU mendapat banyak pengaduan dari sejumlah pimpinan pesantren. PBNU kemudian menyampaikannya ke wakil presiden, lewat wakil presiden, bukan wakil presiden,” kata Masduki.

Oleh karena itu, Wapres menanggapi keluhan dan saran tersebut, salah satunya meminta PBNU untuk menulis surat yang ditujukan kepada Mabes Polri atau Ditlantas meminta izin untuk memfasilitasi pemulangan mahasiswa tersebut. Hal ini didasarkan pada pertimbangan santri yang difasilitasi, pertama, siswa yang belajar di asrama khususnya yang sudah lama belajar dan sudah lama tidak berada di rumah.

Kedua, mereka akan kembali dengan menggunakan kendaraan khusus atau menyewa bus ke tempat tujuan. Ketiga, mereka mematuhi protokol kesehatan standar. Apalagi, kata Masduki, ada terobosan yang dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yakni memberikan kemudahan bagi pemulangan mahasiswa.

Atas dasar itu, Wapres meminta PBNU menulis surat ke Mabes Polri / Kaditlantas meminta izin untuk memfasilitasi pemulangan mereka, katanya.




Source