Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menurut sejarah, hanya umat Nabi Muhammad SAW yang bisa melihat malam seribu bulan. Dan ini menjadi hal yang istimewa karena tidak diturunkan oleh orang-orang sebelumnya.

    “Ini hitungan seribu bulan jika dihitung tahun, yang turun 83 tahun 4 bulan, lumayan rapuh untuk ukuran manusia saat ini,” kata Candra Nila Murti Dewojati dalam bukunya “Cara Benar Menggapai Lailatul Qadr”

    Karena tak terbayangkan, hanya satu malam yang memiliki nilai lebih dari malam-malam lainnya. Karenanya, akan sangat rugi jika tidak memenuhi malam gemilang di bulan Ramadhan itu.

    Apalagi saat ini banyak orang yang tidak memenuhi perhitungan itu, ujarnya.

    Dalam sebuah narasi pula, suatu hari Rasulullah SAW bercerita tentang orang-orang saleh di kalangan Bani Israil. Orang itu bisa menghabiskan seribu bulan berbuat baik di jalan Allah SWT. Mendengar cerita ini, beberapa teman kemudian menjadi iri karena bagaimana mungkin mereka memiliki kesempatan seperti itu jika usia manusia pada zaman Nabi Muhammad SAW masih di bawah 83 tahun.

    Mendengar penuturan teman-temannya kepada Nabi Muhammad SAW menjadi kontemplatif dan juga merasa sedih karena merasa umatnya tidak bisa seperti ummat sebelumnya sehingga kesempatan beribadah tidak bisa seperti Soleh Bani Israil tadi, ”ujarnya.

    Ternyata di luar dugaan Allah SWT memberikan anugerah terindah bagi umat Nabi Muhammad SAW dengan memberikan malam yang lebih baik tidak hanya sama dengan seribu bulan. Hal tersebut diungkapkan oleh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam bukunya Fadhilah Ramadan.

    “Malam itu banyak sekali bingkisan, kebaikan dan berkah,” imbuhnya.

    Banyak kalangan telah menafsirkan makna Lailatul Qadar dengan tafsir yang berbeda, meski pada akhirnya keluar sama. Dokter Muchlis Hanafi, komentator ahli dari Universitas al-Azhar, Mesir, mengungkapkan jika malam seribu bulan berarti malam penuh kemuliaan karena turunnya Alquran, turunnya malaikat, dan dimulainya masa kenabian. .

    “Semuanya mengacu pada hal yang sama, yaitu penuh kemuliaan,” ucapnya.




    Source