Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Para astronom di Universitas Al Majmaah di Hawtat Sudair, dekat Riyadh, akan mulai mencari bulan sabit pada Minggu 11 April 2021. Mereka juga akan merilis pernyataan tentang syarat ilmiah untuk mengamati bulan sabit.

    Melaporkan dari Tentang Islam, Jumat (9/4), Pengamat Astronom mengatakan, setelah melakukan perhitungan ilmiah, bulan akan terbenam sebelum matahari pada Minggu 11 April. Oleh karena itu, bulan tidak akan terlihat dengan mata telanjang.

    Ditambahkannya, penampakan bulan diharapkan akan lebih jelas pada malam berikutnya yaitu 12 atau 30 April dalam penanggalan Islam.

    Matahari akan terbenam di Mekkah pada pukul 18:38 dan bulan sabit akan terbit pada pukul 19,01, yang berarti bulan sabit akan terbentuk 22 menit setelah matahari terbenam, pada ketinggian 4,75 derajat. Karenanya, Ramadhan kemungkinan besar akan dimulai pada hari Selasa, 13 April.

    Pemerintah Saudi telah mengumumkan sejumlah langkah pencegahan selama bulan suci Ramadhan untuk mencegah penyebaran virus corona di Kerajaan. Mahkamah Agung Saudi juga mengatakan tidak akan meminta warga untuk mencari bulan baru yang menandai awal bulan puasa untuk menghindari pertemuan dan keramaian.

    Sementara beberapa badan Muslim Amerika dan Eropa telah menyatakan 13 April sebagai perhitungan awal Ramadhan, yang lain menunggu kemunculan bulan.

    Abdullah Bin Umar (RA) menyatakan bahwa: Saya mendengar Rasulullah (saw) berkata: Puasa ketika Anda melihat hilal (Ramadhan), dan berhenti berpuasa ketika Anda melihat hilal (Syawal) tetapi jika itu diblokir dari Anda semua maka sempurnakan jumlah bulan syaban menjadi 30 hari. . “(Al-Bukhari dan Muslim).

    Di bulan Ramadhan, Muslim dewasa, sehat dan tidak beraktivitas, dilarang makan, minum, merokok, dan berhubungan seks mulai subuh hingga matahari terbenam. Di bulan itu, umat Islam menghabiskan dan menghabiskan waktunya lebih dekat dengan Allah dengan berdoa, mengaji, menahan diri, dan beramal.




    Source