Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, melarang kegiatan buka puasa bersama selama Ramadhan 1442 H di instansi pemerintah, swasta, masjid, mushola, dan tempat lain. Larangan ini sesuai dengan Surat Edaran Nomor 451/171-Huk tentang Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Saat Pandemi COVID-19.

    Larangan ini ditujukan kepada Kepala Perangkat Daerah seluruh Kota Depok, Kepala Badan Usaha Milik Negara / BUMD / Perusahaan Swasta dan seluruh masyarakat Depok, kata Wali Kota Depok Mohammad Idris, dalam surat edarannya, Jumat.

    Edaran ini, Pemerintah Kota Depok juga membatasi kegiatan pondok pesantren ekspres dilakukan secara online dan meniadakan kegiatan sholat tarawih dan sholat keliling. Untuk pelaksanaan sholat Idul Fitri, Pemerintah Kota akan menetapkan keputusannya di kemudian hari dengan mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Depok, serta akan menyesuaikan dengan kebijakan Pemerintah Pusat maupun Barat. Pemerintah Provinsi Jawa. Ketentuan dimaksud akan berubah dari waktu ke waktu, apabila kondisi perkembangan COVID-19 di Kota Depok memerlukan perubahan kebijakan dalam penanganan COVID-19.

    Untuk pelaksanaan shalat tarawih diperbolehkan di masjid atau mushola dengan memperhatikan beberapa ketentuan. Antara lain, jumlah jemaah paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat ibadah.

    Surat edaran tersebut juga menjelaskan bahwa jemaah merupakan warga negara setempat yang dapat diketahui status kesehatannya, belum dalam status positif COVID-19. Kemudian ceramah shalat tarawih maksimal 10 menit dan pembacaan surat dalam shalat tarawih sebaiknya menggunakan huruf pendek atau ayat lainnya dengan maksimal tiga ayat.

    Kemudian, jarak antar jemaah diatur minimal satu meter, memeriksa suhu tubuh, dan menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. Setiap jemaah diwajibkan memakai topeng, membawa perlengkapan ibadah sendiri, dan tidak berjabat tangan setelah shalat.




    Source