Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Komisi Hak Asasi Manusia Islam (IHRC) mengingatkan umat Islam agar berhati-hati untuk tidak makan kurma Israel di bulan Ramadhan ini. Organisasi yang bermarkas di London ini mengajak umat Islam untuk memboikot produk kurma dari Israel.

    Dikutip dari 5 Pilar Inggris, Sabtu (10/4), Inggris adalah pasar terbesar kedua di Israel untuk kurma dan sebagian besar kurma medjool di sini berasal dari Israel. Faktanya, hampir semua kotak tanggal yang tidak berlabel berasal dari Israel.

    Karena itu, IHRC mengingatkan umat Islam untuk mengecek label setiap barang yang akan dibeli. Menurut mereka, detail kontak produsen / importir juga harus ada di label.

    Jika ragu, konsumen dapat menghubungi importir untuk mengklarifikasi tentang asal usul kurma tersebut. JJika kemasan tidak secara jelas menunjukkan asal barang atau detail pabrikan / importir dan tidak tertera pada kemasan, maka hal ini harus dilaporkan ke standar perdagangan setempat yang memiliki kewajiban untuk menyelidiki.

    Apalagi menurut IHRC, label “Made in Palestine” kini bukan lagi jaminan karena bisa jadi produk Israel. Selain dari sumber tepercaya Palestina, seperti Zaytoun atau Yaffa, IHRC akan mewaspadai produk kurma yang beredar di Inggris.

    Permukiman Israel yang dibangun di atas tanah Palestina telah dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Internasional dan 60 persen kurma Israel ditanam di permukiman ini. Sementara itu, 80 persen kurma telah diekspor ke Inggris, pasar terbesar kedua Israel.

    Sejak 2005, Palestina telah meminta orang-orang yang memiliki hati nurani di seluruh dunia untuk memboikot, melepaskan, dan menghukum orang Israel sampai mereka mematuhi hukum internasional dan hak-hak Palestina. Seruan tersebut didukung oleh lebih dari 170 organisasi Palestina yang mewakili semua lapisan masyarakat, termasuk petani.




    Source