Khazanah Ramadan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH – Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh memprogramkan pesantren ekspres atau pendidikan Islam bagi siswa SD selama Ramadhan 1442 Hijriyah. Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) hanya mengikuti ujian akhir sekolah.

Untuk siswa SD akan ada pesantren atau peningkatan pendidikan diniyah, jika siswa SMP ada ujian kenaikan kelas, kata Kepala Dinas Pendidikan Banda Aceh, Saminan Ismail, Sabtu (10/4). .

Saminan menjelaskan, meski melaksanakan ujian naik kelas dan pesantren ekspres. Untuk minggu pertama Ramadhan siswa ditutup.

Kegiatan belajar mengajar baru berlangsung pada minggu kedua puasa. Saminan mengatakan, pendidikan Islam selama Ramadhan hanya berlaku untuk siswa kelas tiga hingga enam.

Sedangkan untuk siswa kelas satu dan dua akan ditentukan kemudian setelah rapat dengan komite sekolah. “Kalau misalnya panitia ingin pesantren kilat itu juga berlaku untuk siswa kelas satu dan dua sebagai uji coba, maka kami akan lakukan juga,” kata Saminan.

Ia mengatakan, pelaksanaan pesantren kilat nantinya akan dilakukan secara offline atau tatap muka, namun tetap dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. “Sistemnya diterapkan secara offline dengan pembagian kelas 50 persen setiap hari, sehingga bisa menyesuaikan jarak saat belajar,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Saminan mengajak seluruh wali murid untuk membimbing anaknya agar bisa belajar dengan sempurna, baik tentang agama maupun mata pelajaran pada umumnya. “Kami juga berharap kepada para orang tua, jika ada tuntutan untuk membawa anaknya ke sekolah mohon dikomunikasikan dengan komite sekolah, agar nantinya bisa ditarik kesimpulan antara komite dan pihak sekolah,” ujarnya.




Source