Khazanah Ramadan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bulan suci Ramadhan juga dikenal sebagai syahrul ibadah. Bulan ini, seluruh umat Islam diwajibkan berpuasa dari subuh hingga terbenamnya matahari.

Sebelum mulai berpuasa, umat Islam harus terlebih dahulu mengutarakan niatnya untuk berpuasa. Namun, bagaimana dengan orang yang lupa berpuasa, apakah puasa tetap sah?

Tafsir Alquran Prof Quraish Shihab menjelaskan dalam bukunya yang berjudul M. Quraish Shihab Answers Menurut pandangan mayoritas ulama, waktu berpuasa sejak terbenam matahari sampai menjelang subuh.

Menurutnya, mengatakan niat itu tidak wajib, cukup menjadi tekad di hati Anda. Menurut Sekolah Abu Hanifah, jika seseorang berniat berpuasa Ramadhan setelah subuh, maka puasanya tetap sah.

Di sisi lain, aliran pemikiran Maliki tidak mengharuskan niat harus dilakukan setiap malam. Sebab, bagi mereka niat berpuasa sebulan penuh di awal Ramadhan sudah cukup sehingga tidak harus menunaikan niat tersebut setiap hari.

Berikut niat puasa Ramadhan yang biasa diucapkan oleh umat Islam setelah shalat tarawih:

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

“Nawaitu shouma ghodin adalah fardlu syahri romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta’aalaa”.

Artinya, “Saya berniat berpuasa besok, untuk memenuhi kewajiban puasa di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’aalaa”.




Source