Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Warga kota Surabaya, Jawa Timur yang beragama Islam diperbolehkan melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid selama bulan Ramadhan dengan syarat tetap menerapkan aturan kesehatan yang ketat (prokes). .

    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Senin (12/3), mengatakan Pemerintah Kota Surabaya melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan beberapa Prosedur Operasi Standar (SOP) Protokol Kesehatan. Salah satunya mengatur pelaksanaan Sholat Tarawih di masjid dan mushola berjamaah.

    “Sholat tarawih diperbolehkan di masjid tetapi harus disiplin dalam tata tertib kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan membatasi jamaah maksimal 50 persen dari kapasitas masjid. Harus ada hand sanitizer dan pengukuran suhu tubuh,” ujarnya.

    Selain itu, lanjutnya, pihaknya berpesan agar pengelolaan masjid tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban untuk kemajuan kota Surabaya, baik itu dalam bidang pendidikan, agama, ekonomi, dan sosial lainnya. kegiatan. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi bisa menggerakkan ekonomi, pendidikan, semuanya dari masjid,” ujarnya.

    Dengan demikian, lanjutnya, semakin banyak jemaah yang datang ke masjid untuk makmur. Apalagi umat Islam di seluruh dunia akan segera menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Menurutnya, salah satu sinergi yang bisa dilakukan dalam waktu dekat adalah dengan memeriahkan kegiatan sholat di masjid selama bulan suci Ramadhan.

    Selain itu, Eri menyampaikan hal tersebut kepada pengurus masjid saat pelantikan Ketua Cabang Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya di Graha Sawunggaling, Pemerintah Kota Surabaya, Minggu (11/4). Ia berpesan kepada pengurus DMI untuk ikut mengimbau jemaah di masjid agar disiplin dalam tata tertib kesehatan.




    Source