Khazanah Ramadan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI – Menjelang perayaan bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sultra mengimbau kepada seluruh umat beragama, khususnya di provinsi tersebut, untuk menjaga toleransi. .

“Kami menghimbau seluruh umat beragama di Sulawesi Tenggara untuk menjaga kerukunan dan toleransi. Kedua hal ini sangat penting karena kita mengenal ajaran masing-masing agama,” kata Kepala Kementerian Agama Sulawesi Tenggara Fesal Musaad di Kendari, Senin (16/8). 12/4).

Menurutnya, toleransi beragama perlu lebih ditingkatkan agar bulan suci Ramadhan dapat berlangsung dengan kondusif bagi umat Islam untuk mengabdikan diri pada puasa. Oleh karena itu, kerukunan antar umat beragama dapat dijaga.

“Saya yakin masyarakat Sultra mampu menjaga rasa toleransi itu. Oleh karena itu, yang tidak berpuasa menghormati orang yang berpuasa,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah provinsi dan daerah bisa mengatur jam operasional tempat hiburan malam (THM) di bulan suci Ramadhan. “Jika kita kembali ke tempat hiburan, Pemprov DKI mengatur tempat hiburan karena itu bukan fungsi utama Kementerian Agama, tapi“ Intinya saling menghormati dan menghormati umat Islam yang berpuasa, ”ujarnya.

Kanwil Kemenag Sulawesi Tenggara memperbolehkan Sholat Tarawih berjamaah dan pelaksanaan ceramah, tausyiah atau kultum (ceramah tujuh menit) di bulan Ramadhan dengan durasi maksimal 15 menit untuk mencegah penularan Covid-19. kepada orang-orang. Tidak perlu lama-lama, “ujarnya.

Ia mengatakan, mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) RI Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah, di mana kegiatan ibadah berjamaah selama bulan Ramadhan diperbolehkan, namun diperbolehkan. menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Protokol COVID-19 diterapkan, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, ”ujarnya.




Source